Festival IRAU Malinau Dimeriahkan dengan Lomba Literasi dan Pemilihan Duta Baca

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Malinau, Sergius, S.Hut.,M.M.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Festival Budaya IRAU ke-11 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Malinau tidak hanya menampilkan hiburan rakyat dan atraksi budaya.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Malinau turut menghadirkan berbagai kegiatan literasi yang melibatkan ratusan pelajar dan guru.

Kepala Dispusip Kabupaten Malinau, Sergius, S.Hut., M.M., menjelaskan kegiatan literasi tersebut meliputi lomba menulis surat untuk Bupati, pemilihan Duta Baca Pelajar dan Duta Baca Daerah, serta lomba menulis esai untuk dewan guru.

“Kemarin sudah dilaksanakan tes tertulis untuk seleksi Duta Baca Kabupaten Malinau dan Duta Baca Pelajar yang diikuti 32 orang,” ungkap Sergius, pada Kamis (02/10/2025).

Ia menambahkan, seleksi berikutnya adalah grand final berupa tes wawancara yang akan menguji pemahaman peserta seputar literasi di Kabupaten Malinau.

Technical Meeting dari peserta giat Lomba Literasi yang digelar Dispusip Malinau dalam rangka HUT Ke- 26 dan Festival IRAU ke-11 Kabupaten Malinau.

Sementara itu, untuk lomba menulis surat kepada Bupati dan menulis esai bagi guru, telah dilaksanakan technical meeting pada Rabu sore.

“Peserta menulis surat kategori pelajar ada 256 orang, sedangkan kategori guru yang menulis esai berjumlah 67 orang,” bebernya.

Pendaftaran lomba telah ditutup pukul 17.00 Wita bersamaan dengan technical meeting. Mulai Kamis hingga dua hari ke depan, panitia menerima karya peserta berupa surat dan esai beserta persyaratan administrasi.

Selanjutnya, kata Sergius, seluruh karya akan dinilai tim juri, lalu hasilnya akan dikoordinasikan dengan seksi acara Festival Irau dan HUT Kabupaten Malinau.

Nantinya, pemenang akan diumumkan dan diberikan penghargaan pada puncak perayaan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta atmosfer literasi yang hidup dan dinamis di Kabupaten Malinau, sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi dan pembelajaran sepanjang hayat,” ujarnya.

Kegiatan literasi di tengah perayaan Irau Malinau diharapkan tidak hanya menambah kemeriahan festival, tetapi juga menumbuhkan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis di kalangan pelajar maupun guru sebagai generasi penerus daerah.(Tk12).

Pos terkait