Respons Cepat BPBD Tarakan: Evakuasi Selesai, Asesmen dan Bantuan Mulai Disalurkan

Pemkot Tarakan dan para Petugas BPBD bersama TNI-Polri melakukan asesmen serta evakuasi di salah satu rumah warga yang roboh akibat gempa 4,8 magnitudo di Kota Tarakan.
Pemkot Tarakan dan para Petugas BPBD bersama TNI-Polri melakukan asesmen serta evakuasi di salah satu rumah warga yang roboh akibat gempa 4,8 magnitudo di Kota Tarakan. (Foto: Humas Tarakan).

TERASKALTARA.ID, TARAKAN – Pascagempa berkekuatan 4,8 magnitudo yang mengguncang Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menurunkan tim tanggap darurat untuk melakukan asesmen dan penanganan lapangan.

BPBD Tarakan mencatat 17 titik kerusakan yang tersebar di sejumlah wilayah kota, dengan dua rumah dilaporkan rusak berat, lima rusak sedang, dan sembilan rusak ringan.

“Total ada 17 kejadian bencana yang menimpa warga. Data masih terus berkembang karena informasi baru terus masuk,” ujar Erik Akbar, penyuluh bencana BPBD Tarakan, Jum’at (7/11).

Daerah yang terdampak paling signifikan antara lain Mamburungan, Gunung Lingkas, Karang Rejo, Selumit, Kampung Empat, serta beberapa wilayah di Tarakan Timur.

Salah satu swalayan besar di Jalan Gajah Mada juga mengalami kerusakan ringan pada barang dagangan, namun struktur bangunan tetap aman.

BPBD bersama TNI, Polri, PLN, dan pemerintah kota bergerak cepat menangani dampak gempa. Tim evakuasi diterjunkan untuk membantu warga yang rumahnya roboh sebagian, terutama di kawasan RT 7 dan RT 9 Kelurahan Mamburungan, tempat dapur dan sisi rumah warga ambruk akibat struktur bangunan yang sudah lapuk.

“Kerusakan terjadi umumnya karena konstruksi yang tidak kuat dan usia bangunan tua. Ada dinding runtuh hingga 7–8 meter,” jelas Erik.

Meski kerusakan cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa. Hanya beberapa warga mengalami luka ringan akibat kepanikan, termasuk seorang anak-anak dan ibu rumah tangga yang sempat terjatuh. Semua korban telah mendapat perawatan dan berhasil dievakuasi ke tempat aman.

Tiga tenda darurat didirikan oleh BNPB, dibantu satu tenda tambahan dari Polri, untuk menampung pasien rumah sakit yang sempat dievakuasi keluar gedung. Namun, sejak kondisi dinyatakan aman pada malam harinya, seluruh pasien sudah kembali ke ruang perawatan.

“Semua berjalan lancar. Prioritas kami adalah keselamatan pasien dan warga,” ujar Erik menegaskan.

BPBD juga menyiapkan Bantuan Darurat Logistik (BDL) dari BNPB yang akan disalurkan kepada warga terdampak, baik pemilik rumah maupun penyewa. Sebelum distribusi, dilakukan asesmen lapangan untuk menentukan prioritas dan kategori kerusakan.

Bantuan yang disiapkan meliputi kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, family kit, serta peralatan darurat. Sementara PUPR dan Dinas Sosial akan menangani tahap rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga.

“Kami pastikan seluruh warga terdampak mendapat bantuan. Tim asesmen terus bekerja di lapangan,” kata Erik.

Selain fokus pada perbaikan rumah warga, BPBD juga memantau fasilitas umum dan sekolah yang terdampak. Langkah sosialisasi kesiapsiagaan sudah dilakukan di sejumlah titik, termasuk gedung Swiss-Belhotel Tarakan dan sekolah-sekolah di wilayah kota.

Laporan terakhir juga menyebut adanya pohon tumbang di Danau Jempang, diduga akibat hembusan angin kuat pascagempa. Tim BPBD kini menyiapkan rencana mitigasi lanjutan, termasuk antisipasi bencana susulan.

“Koordinasi lapangan berjalan cepat berkat kerja sama semua pihak. Kami bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah akan terus bekerja sampai semua warga terdampak tertangani,” pungkas Erik.(Tk12).

Sumber: BPBD Kota Tarakan.

Pos terkait