TERASKALTARA.ID, BULUNGAN — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara mendorong kolaborasi lebih kuat antara Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) guna memperkokoh pelayanan kemanusiaan dan penguatan kehidupan keagamaan di Bumi Benuanta. Seruan ini disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si saat menghadiri pelantikan pengurus kedua organisasi tersebut untuk masa bakti 2025–2030.
Pelantikan Pengurus PMI Provinsi Kaltara yang berlangsung di Ruang Pertemuan BKPSDM Bulungan, Rabu (12/11/2025), turut dihadiri langsung Ketua Umum PMI, Muhammad Jusuf Kalla.
Dalam sambutannya, Bustan menegaskan bahwa PMI adalah organisasi kemanusiaan yang berakar dari semangat solidaritas bangsa sejak awal kemerdekaan.
“Ini hanya beberapa minggu setelah proklamasi kemerdekaan, PMI tumbuh sebagai simbol persaudaraan, kesetaraan, dan kemanusiaan yang universal,” kata Bustan.
Ia menjelaskan, PMI Provinsi Kaltara yang berdiri pada 30 Maret 2015 telah menjalankan berbagai peran strategis, mulai dari ketersediaan darah yang aman, peningkatan kesiapsiagaan bencana, edukasi kesehatan, hingga pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR).
Bustan kemudian menyampaikan apresiasi kepada para pengurus sebelumnya serta harapan bagi kepengurusan yang baru.
“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pengurus PMI periode sebelumnya atas dedikasi yang luar biasa kepada pengurus PMI yang baru dilantik,” ucapnya.
Ia meyakini PMI Kaltara akan semakin kuat dan inovatif dalam menjawab tantangan kemanusiaan ke depan.
Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan pelantikan Kepengurusan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kaltara Masa Bakti 2025–2030. Bustan mengatakan DMI memiliki misi penting dalam memakmurkan masjid dan menjadikannya pusat pembangunan umat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda, penguatan literasi keagamaan yang moderat, serta wahana memperkokoh ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” jelasnya.
Menurutnya, peran DMI tidak hanya mengurus bangunan fisik masjid, melainkan juga menghidupkan fungsi masjid sebagai ruang pembinaan akhlak, karakter, dan persatuan umat. Karena itu, DMI dan PMI dipandang sebagai dua pilar moral yang saling melengkapi dalam membangun daerah.
“Dua kekuatan moral ini, spiritual dan kemanusiaan, adalah fondasi penting dalam membangun Kaltara yang harmonis, damai, dan berdaya,” terang Bustan.
Ia mengajak kedua organisasi untuk menjadikan pelantikan ini sebagai momentum memperkuat sinergi.
“Mari kita kuatkan persatuan, tingkatkan kepedulian, dan jadikan DMI dan PMI sebagai wadah kebersamaan dalam membangun Kaltara,” pungkasnya.(Dkisp)




