TERASKALTARA.ID, TARAKAN – Potensi cuaca ekstrem kembali mengancam wilayah Kalimantan Utara (Kaltara). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan menyampaikan bahwa selain curah hujan yang diperkirakan meningkat pada malam hingga dini hari, kini bibit Siklon Tropis 93W yang mulai aktif di timur Filipina juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Forecaster BMKG on Duty Tarakan, Hatta Rachim, menjelaskan bahwa pemicu utama terbentuknya hujan di wilayah Kaltara adalah adanya konvergensi udara. Kondisi massa udara yang cenderung rendah membuat area ini rentan terhadap pertumbuhan awan-awan penghujan.
“Massa udara di wilayah Kaltara cenderung rendah sehingga memicu pertumbuhan awan penghujan. Kondisi ini menimbulkan konvergensi udara di beberapa wilayah kota dan kabupaten,” jelas Hatta, Jumat (5/12/2025).
Selain itu, BMKG terus memantau pergerakan Bibit Siklon Tropis 93W yang berada di sebelah timur Filipina. Meski masih berstatus bibit dan belum berkembang menjadi siklon, sistem ini berpeluang memengaruhi pola cuaca di Kaltara.
“Di wilayah Filipina ini terpantau low pressure area, itu bibit siklon. Kalau tekanan udaranya semakin rendah, bisa saja berkembang menjadi siklon. Namun saat ini polanya masih bibit siklon,” terang Hatta.
Apabila bibit siklon tersebut berkembang, Kaltara berpotensi mengalami cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, hingga badai petir akibat pertumbuhan awan cumulonimbus (CB).
Menghadapi kondisi ini, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir.
“Artinya masyarakat tetap tenang tapi tetap waspada karena pola hujannya bisa masuk kategori sedang hingga lebat,” pungkasnya.
BMKG memastikan pemantauan dilakukan secara intensif dan informasi terbaru akan segera disampaikan kepada masyarakat.(Rz)




