Pemda Bulungan Dikejar Target Nasional, Seluruh Desa Wajib Miliki Kampung Keluarga Berkualitas

Pertemuan Lintas Perangkat Daerah dan Swasta Penyelenggara Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Bulungan Tahun 2025, yang digelar Kamis (18/12) di Ruang Pertemuan BKPSDM, Jalan Agathis, Tanjung Selor.

TERASKALTARA.ID, BULUNGAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan didorong untuk mencapai target 100 persen pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di seluruh desa dan kelurahan. Target tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.

Komitmen itu mengemuka dalam Pertemuan Lintas Perangkat Daerah dan Swasta Penyelenggara Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Bulungan Tahun 2025, yang digelar Kamis (18/12/2025) di Ruang Pertemuan BKPSDM, Jalan Agathis, Tanjung Selor.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi dan konvergensi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas keluarga di tingkat desa dan kelurahan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bulungan, H Jamal, SH, MAP, yang mewakili Bupati Bulungan membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa Kampung Keluarga Berkualitas bukan sekadar program sektoral, melainkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 dengan tegas mewajibkan pemerintah daerah membentuk Kampung KB di seluruh desa dan kelurahan dengan target capaian 100 persen. Ini tentu menuntut kerja bersama yang terintegrasi antar perangkat daerah, pemerintah desa, serta mitra swasta dan stakeholder terkait,” ujar Jamal.

Ia menjelaskan, Kampung Keluarga Berkualitas merupakan program pemerintah di tingkat desa dan kelurahan yang mengintegrasikan berbagai program kependudukan, keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta sektor pembangunan lainnya.

Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat, khususnya dalam aspek ketentraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga.

Lebih lanjut, Jamal menyampaikan bahwa pelaksanaan Kampung Keluarga Berkualitas melibatkan 13 kementerian dan lembaga, dengan fokus pada empat pilar utama. Pilar tersebut meliputi penyediaan data dan dokumen kependudukan, perubahan perilaku keluarga, peningkatan cakupan layanan dan rujukan keluarga, serta penataan lingkungan hidup dan masyarakat.

“Aspek integrasi dan konvergensi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan Kampung Keluarga Berkualitas. Karena itu, pembaruan konsep Kampung KB harus benar-benar dipahami oleh seluruh pengelola program di lapangan, mulai dari OPD KB, penyuluh KB, kepala desa dan lurah, Pokja Kampung KB, hingga para mitra,” tegasnya.

Selain itu, Asisten I juga menekankan pentingnya evaluasi dan pelaporan berbasis website Kampung Keluarga Berkualitas. Menurutnya, sistem pelaporan digital tersebut menjadi instrumen penting untuk melihat sejauh mana keterlibatan lintas sektor dalam menangani isu kependudukan secara terpadu.

“Pelaporan yang akurat dan berkelanjutan menjadi indikator penting dalam menilai kinerja dan efektivitas program Kampung KB di setiap lokus,” tambahnya.

Melalui pertemuan lintas sektor ini, Pemkab Bulungan berharap seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama dan komitmen kuat untuk mempercepat pembentukan Kampung Keluarga Berkualitas di seluruh wilayah, demi mewujudkan keluarga yang berkualitas dan sejahtera.(Dkisp)

Pos terkait