TERASKALTARA.ID, MALINAU — Insiden kecelakaan sungai kembali terjadi di alur Sungai Bahau, Kabupaten Malinau. Sebuah long boat bermesin ganda dilaporkan karam saat melintas di Giram NTA Liang, Kecamatan Pujungan, Selasa (23/12/2025) pagi.
Perahu tersebut diketahui tengah mengangkut muatan sekitar satu ton dan berupaya menanjak giram menuju hulu sungai. Meski sebagian muatan telah diturunkan di bagian hilir, derasnya arus Sungai Bahau membuat long boat tidak mampu mempertahankan posisi.
Kapolsek Long Pujungan, IPDA Roni, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat perahu berada di tengah giram dengan arus yang sangat kuat.
“Di pertengahan giram, perahu tidak kuat melawan arus sehingga mundur, kemasukan air, lalu hanyut ke hilir dan terbalik,” ujar Roni saat dikonfirmasi.
Saat peristiwa terjadi, long boat tersebut diawaki sembilan orang anak buah kapal (ABK). Seluruh penumpang berhasil menyelamatkan diri dan dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Menurut berita Malinauterkini.com, penumpang merupakan rombongan warga Apau Ping, Baca Perahu Rombongan Warga Apau Ping Karam di Jeram Bahau
Meski demikian, kerugian material yang ditimbulkan tergolong besar. Enam unit mesin tempel berdaya 40 PK dilaporkan tenggelam dan hilang setelah pondasi mesin patah akibat hantaman arus. Sementara itu, badan long boat mengalami kerusakan berat dan tidak dapat digunakan kembali.
“Selain mesin, sejumlah barang milik ABK dan warga yang ikut menumpang juga hanyut dan hilang,” tambah Roni.
Pasca kejadian, pemilik perahu bersama para ABK melanjutkan perjalanan menuju Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu, dengan menumpang long boat milik warga setempat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan operator angkutan sungai agar lebih berhati-hati, terutama saat melintas di giram dengan arus deras, terlebih pada kondisi muatan berat.
“Medan Sungai Bahau cukup ekstrem. Kami mengingatkan agar selalu memperhitungkan kapasitas muatan dan kondisi arus demi keselamatan bersama,” tegas Roni. (Rz)




