TERASKALTARA.ID, MALINAU — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malinau dalam beberapa hari terakhir menyebabkan debit air sungai meningkat dan memicu genangan di kawasan Limbu Mas, RT 14 Desa Tanjung Lapang, Kecamatan Malinau Barat, Jumat (2/1/2026).
Pantauan di lapangan hingga pukul 11.55 WITA, air tidak hanya menutup badan jalan utama, tetapi juga mulai merambah ke halaman sejumlah rumah warga. Ketinggian genangan diperkirakan mencapai sekitar 60 sentimeter dari permukaan aspal, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Ketua RT 14 Desa Tanjung Lapang, Ibrahim, mengatakan genangan mulai terbentuk sejak pagi dan terus meluas seiring tingginya intensitas hujan.
“Air sudah menutup jalan utama dan mulai masuk ke halaman rumah warga. Untuk sementara, kami lakukan pengaturan lalu lintas agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi.
Untuk mengurangi risiko kecelakaan, warga bersama aparat setempat melakukan pengalihan arus lalu lintas secara situasional.
“Kami alihkan kendaraan dari jalan utama ke jalur belakang yang mengarah ke Kantor Camat. Plang penunjuk arah sudah kami pasang di atas jembatan dan di simpang empat Lapangan Borneo,” jelasnya.
Ibrahim menambahkan, kawasan Limbu Mas memang termasuk wilayah rawan genangan karena kontur tanahnya lebih rendah dibandingkan daerah sekitar.
“Kalau hujan deras dan air sungai naik, kawasan ini memang cepat tergenang. Hampir setiap musim hujan kejadian seperti ini terulang,” ungkapnya.
Sementara itu, warga mulai melakukan langkah antisipasi untuk menghindari kerugian lebih besar. Rahma, salah seorang warga setempat, mengaku telah memindahkan sejumlah barang ke tempat yang lebih aman.
“Simpun-simpun barang dulu, takutnya air tambah naik. Mudahan saja tidak makin tinggi,” katanya.
Pihak terkait mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan terus memantau perkembangan debit air, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi. Pengendara yang melintas di sekitar lokasi juga diminta mengurangi kecepatan dan mengutamakan keselamatan.
Hingga siang hari, aktivitas warga masih berlangsung dengan kehati-hatian tinggi, sembari menunggu kondisi air kembali surut.(Rz)




