TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Pelaksanaan Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan berjalan aman dan lancar tanpa kejadian menonjol. Selama periode siaga yang berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, seluruh wilayah kerja Basarnas Tarakan tercatat zero incident.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Tarakan, Dede Hariana, mengatakan kesiapsiagaan dilakukan secara menyeluruh di empat kabupaten dan satu kota, dengan fokus utama pada titik-titik transportasi vital di Kota Tarakan.
“Siaga Nataru Alhamdulillah berjalan lancar di seluruh wilayah kerja kami, empat kabupaten dan satu kota. Khusus di Tarakan, pos-pos siaga di Pelabuhan Malundung, Tengkayu, Juata Ferry, hingga bandara berjalan aman dan terkendali, tanpa adanya insiden,” ujar Dede, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, puncak arus Natal maupun Tahun Baru dapat dilalui dengan baik berkat kesiapan personel dan peralatan yang maksimal di lapangan.
Dalam mendukung siaga tersebut, Basarnas Tarakan mengerahkan sekitar 60 personel yang terdiri dari unsur rescuer, operator, hingga Anak Buah Kapal (ABK). Selain itu, dukungan juga datang dari unit Basarnas di daerah sekitar.
“Personel kita di Tarakan sekitar 60 orang. Kita juga siagakan 10 personel di Bulungan dan 8 personel di Nunukan, karena wilayah kerja kita memang tersebar,” jelasnya.
Dede menambahkan, tahun ini menjadi momen penting karena Unit Siaga SAR Bulungan resmi mulai beroperasi.
“Benar, di Bulungan itu baru beroperasi tahun ini dengan nama Unit Siaga SAR Bulungan. Kemarin juga sudah dilakukan penutupan siaga secara resmi oleh Kepala Kantor,” katanya.
Dari sisi peralatan, Basarnas Tarakan menurunkan berbagai alutsista, di antaranya dua truk personel, dua kendaraan D-MAX, dua sea trail, satu kapal KN SAR berukuran 40 meter, dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB), serta peralatan ekstrikasi.
Selama masa siaga, kapal KN SAR juga aktif melakukan patroli perairan di sekitar wilayah Tarakan.
“Kapal KN SAR kita siagakan dan bergerak sekitar tiga sampai empat kali, mengitari perairan Tarakan. Kebetulan kapal baru selesai docking di Samarinda, jadi sekalian uji mesin sambil memantau kondisi perairan,” terang Dede.
Dalam evaluasi pelaksanaan siaga tahun ini, Dede menilai kinerja Basarnas Tarakan semakin baik, terutama dari sisi keselamatan dan kesiapan sumber daya.
“Evaluasi pertama tentu zero incident, itu menjadi indikator keberhasilan. Kedua, aspek safety kita perbaiki, terutama di pelabuhan-pelabuhan seperti Tengkayu, dengan penambahan tandu dan perlengkapan medis,” ujarnya.
Selain itu, intensitas patroli laut juga meningkat dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan bertambahnya jumlah personel baru.
“Tahun ini ada penambahan 22 CPNS ASN yang membackup kami. Ini menambah kekuatan Basarnas, sehingga pengerahan unsur laut dan udara bisa lebih efektif dibanding tahun lalu,” pungkasnya.(Rz)




