TERASKALTARA.ID, MALINAU — Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai kembali menghantui Kabupaten Malinau di awal tahun 2026. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malinau mencatat dua kasus DBD yang sempat menjalani perawatan inap pada pertengahan Januari, seluruhnya dialami pasien anak.
Plt. Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Malinau, Eltonjon, mengungkapkan kedua pasien tersebut masuk rumah sakit pada 15 dan 16 Januari 2026. Keduanya berasal dari Desa Pelita Kanaan, masing-masing berusia sekitar tiga tahun dan 15 tahun.
“Kondisinya sudah membaik dan saat ini keduanya sudah dipulangkan,” ujar Eltonjon saat dikonfirmasi media ini di RSUD Malinau, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, pasien DBD yang harus menjalani rawat inap umumnya datang dengan kondisi sedang hingga berat, terutama akibat penurunan trombosit.
“Yang dua ini memang datang dengan kondisi trombosit yang sudah masuk kategori rawat inap,” jelasnya.
Eltonjon menambahkan, kemunculan kasus DBD di Januari ini menjadi yang pertama dalam beberapa waktu terakhir. Ia pun mengingatkan bahwa anak-anak termasuk kelompok rentan terhadap penularan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.
“Aktivitas anak-anak banyak dilakukan di sekolah dari pagi sampai sore. Karena itu, perhatian terhadap kebersihan lingkungan tidak hanya di rumah, tetapi juga di sekolah menjadi sangat penting,” katanya.
Ia menegaskan, DBD sejatinya dapat dicegah jika masyarakat disiplin menjaga lingkungan melalui penerapan pola hidup bersih dan gerakan 4M Plus.
“DBD sebenarnya bisa dicegah jika lingkungan dijaga dengan baik,” tegasnya.
Hingga saat ini, RSUD Malinau belum mencatat adanya tambahan pasien DBD yang menjalani perawatan inap. Pihak rumah sakit berharap kasus serupa tidak bertambah dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi mendukung berkembangnya nyamuk penyebab DBD.(*)




