Tingkatkan Pemberdayaan dan Ekonomi Masyarakat, KHN Fasilitasi Pelatihan Pengolahan Singkong

Ibu-ibu dari relokasi RT5 Desa Harapan Maju bersama perwakilan PKK Desa Paking dan Harapan Maju menggoreng kerupuk ikan dan mengolah kue singkong.

TERASKALTARA.ID, MALINAU — PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pelatihan pengolahan singkong menjadi produk olahan bernilai jual bagi warga RT 05 Desa Harapan Maju, serta perwakilan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Paking dan Desa Harapan Maju. Pelatihan yang berlangsung pada 26-28 Januari 2026 ini merupakan bagian dari Program Pemulihan Kehidupan KHN Lestari untuk warga relokasi, yang bertujuan memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah PLTA Mentarang Induk melalui pemanfaatan potensi pangan lokal.

Pelatihan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Malinau dan Balai Diklat Industri Denpasar, untuk berbagi praktik terbaik (best practices) dalam pengolahan singkong menjadi produk bernilai jual. Pelatihan selama tiga hari ini membekali peserta dengan keterampilan mengolah singkong menjadi beragam produk bernilai jual, mulai dari tepung singkong dan tepung tapioka, kerupuk ikan, keripik singkong, hingga aneka kue kering berpotensi pasar.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dan berkembang menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Jadi pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini. KHN juga berencana untuk mendukung kelompok perempuan dalam memulai perjalanan kewirausahaan mereka, tidak hanya untuk RT 05 tetapi juga bagi desa-desa sekitar,” ujar Manager Stakeholder Management KHN, Hambar Endro Prabowo.

Warga RT 05 Desa Harapan Maju, Ibu Ati, yang juga mengikuti pelatihan ini, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru yang bermanfaat bagi warga. “Pelatihan selama tiga hari ini sangat baik dan bermanfaat bagi kami karena ini merupakan pengalaman pertama. Harapannya, pelatihan ini dapat terus berlanjut sehingga produk olahan singkong dapat menjadi sumber penghasilan ekonomi bagi warga.”

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malinau, Melani Indah, menekankan pentingnya keberlanjutan program dan pemenuhan standar produk olahan.

“Kami berharap pelatihan ini berlanjut dengan pendampingan yang konsisten. Seiring dengan pengembangan PLTA di wilayah ini, kebutuhan pasar akan meningkat, termasuk untuk produk camilan. Aspek keamanan pangan, perizinan seperti Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), serta konsistensi mutu produk olahan perlu diperhatikan agar produk ini dapat bersaing di pasar.” harapnya.

Pelatih sekaligus Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Udayana, Dr. Ir. I Desak Putu Kartika Pratiwi, S.TP., M.P., menjelaskan bahwa singkong dipilih karena mudah dibudidayakan oleh warga dan memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi.

“Dengan proses pengolahan yang tepat dan konsisten, singkong dapat menjadi produk olahan yang lebih tahan simpan dan memiliki daya saing di pasar, termasuk melalui pemanfaatan media sosial,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, KHN kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat seiring dengan pengembangan PLTA Mentarang Induk, dengan memastikan bahwa peningkatan kapasitas dan penguatan kemandirian ekonomi warga menjadi bagian dari proses pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Malinau. Komitmen tersebut dijalankan melalui Program KHN Lestari, khususnya pilar Lestari Kehidupan, yang berfokus pada peningkatan keterampilan, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta pendampingan agar masyarakat memiliki peluang ekonomi yang dapat tumbuh secara berkelanjutan.(*)

 

Pos terkait