Alat Berat Program Bupati Malinau Turun, Lahan Bandara Bahau Hulu Kembali Dikerjakan

Suasana kegiatan pembersihan dan pematangan lahan bandara perintis di Kecamatan Bahau Hulu, Kabupaten Malinau, yang melibatkan masyarakat bersama pemerintah kecamatan dengan dukungan alat berat dari Pemkab Malinau.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Pemerintah Kecamatan Bahau Hulu bersama masyarakat kembali melaksanakan kegiatan pembersihan dan pematangan lahan bandara perintis, menyusul dukungan alat berat dari Pemerintah Kabupaten Malinau.

Program ini menjadi angin segar setelah upaya serupa yang dilakukan pada tahun 2020 sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.

Keberlanjutan pekerjaan kali ini didukung melalui program pemerintah daerah yang digagas Bupati Malinau, Wempi W Mawa, dengan penempatan alat berat di wilayah kecamatan.

Camat Bahau Hulu, Victor Romawan, mengatakan pemanfaatan alat berat tersebut langsung diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan bandara perintis.

“Dengan adanya alat berat dari pemerintah daerah, kami kembali melanjutkan pembersihan dan pematangan lahan sebagai langkah awal pembangunan bandara,” ujarnya kepada teraskaltara.id, Selasa (17/3).

Ia menjelaskan, pekerjaan ditargetkan berlangsung selama 20 hari kerja dengan menyesuaikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional alat berat.

Namun demikian, ia mengakui bahwa hasil pekerjaan tahap awal ini belum sepenuhnya dapat difungsikan sebagai landasan operasional.

“Kalau ada kebijakan tambahan BBM dan biaya, kami akan melanjutkan pekerjaan dalam tahun ini. Harapan kami, sudah bisa dilakukan penimbunan sehingga saat kondisi kering, landasan pacu dapat mulai digunakan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memaksimalkan pekerjaan sesuai dukungan yang tersedia.

“Jika ada penambahan BBM, kami akan melanjutkan pekerjaan semaksimal mungkin dalam tahun ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap pembangunan bandara perintis tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah, setidaknya pada tahap peningkatan kualitas landasan pacu.

“Harapan kami, minimal bisa dilakukan pengaspalan landasan pacu. Namun jika hal itu belum dapat terealisasi dalam waktu dekat, kami akan mengupayakan alternatif dengan menanami rumput khusus di landasan agar tetap bisa difungsikan,” tambahnya.

Dari sisi kesiapan, lahan yang telah tersedia mencapai sekitar 75 m x 890 m. Sementara itu, badan bandara yang direncanakan untuk diperkeras memiliki ukuran sekitar 40 m x 890 m.

Pemerintah Kecamatan Bahau Hulu berharap dukungan ini dapat berlanjut hingga tahap pembangunan berikutnya, sehingga bandara perintis tersebut dapat segera difungsikan untuk menunjang konektivitas wilayah pedalaman Bahau Hulu. (tk01)

Pos terkait