Arus Nataru Aman dan Lancar, Posko Angkutan Udara Bandara Juwata Resmi Ditutup

Posko Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Bandara Juwata Tarakan resmi ditutup.

TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Posko Angkutan Udara Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Bandara Juwata Tarakan resmi ditutup. Penutupan dilakukan setelah seluruh rangkaian pelayanan angkutan udara selama masa libur akhir tahun berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa gangguan berarti.

Kepala Bagian Keuangan dan Tata Usaha BLU UPBU Kelas I Utama Juwata Tarakan, Firmanto Kamal, mengatakan penutupan posko menjadi penanda berakhirnya masa siaga terpadu pelayanan transportasi udara Nataru di Bandara Juwata.

“Alhamdulillah, seluruh pelayanan angkutan udara selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Bandara Juwata dapat berjalan dengan baik, aman, dan terkendali. Tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu operasional penerbangan,” ujar Firmanto, Senin (5/1/2026).

Berdasarkan data Posko Angkutan Udara Nataru 2025/2026, tercatat sebanyak 18.643 penumpang berangkat, atau turun 0,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah penumpang datang mencapai 16.776 orang, mengalami penurunan sekitar 2 persen.

Dari sisi pergerakan pesawat udara, Bandara Juwata mencatat total 433 pergerakan pesawat (take off dan landing) selama periode Nataru, atau mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, sektor logistik tetap menunjukkan kinerja positif. Untuk angkutan kargo, tercatat 316 ton kargo datang, turun 9 persen, sementara kargo berangkat justru meningkat signifikan hingga 43 persen, dengan total 251 ton.

“Peningkatan kargo berangkat ini menunjukkan bahwa Bandara Juwata tetap berperan strategis sebagai simpul distribusi logistik dan penggerak perekonomian di Provinsi Kalimantan Utara,” jelas Firmanto.

Adapun puncak arus mudik terjadi pada 22 Desember 2025 dengan jumlah penumpang berangkat mencapai 1.283 orang, sedangkan puncak arus balik tercatat pada 4 Januari 2026 dengan jumlah penumpang datang sebanyak 1.246 orang.

Selama pelaksanaan posko, sempat terjadi beberapa keterlambatan penerbangan baik kedatangan maupun keberangkatan. Namun, keterlambatan tersebut disebabkan faktor cuaca dan teknis operasional serta dapat ditangani dengan baik.

“Manajemen keterlambatan kami terapkan sesuai ketentuan, dan informasi selalu disampaikan secara transparan kepada penumpang maupun para pemangku kepentingan,” tambahnya.

Firmanto menegaskan keberhasilan penyelenggaraan Posko Angkutan Udara Nataru 2025/2026 tidak terlepas dari sinergi seluruh stakeholder, mulai dari TNI AU, Kepolisian, Pemerintah Daerah, AirNav Indonesia, BMKG, Basarnas, instansi karantina, Bea dan Cukai, Imigrasi, hingga operator penerbangan dan pengelola kargo.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel posko dan stakeholder atas dedikasi serta kerja sama selama masa Nataru. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan,” tuturnya.

Selain penutupan posko di tingkat bandara, BLU UPBU Kelas I Utama Juwata juga mengikuti secara daring Penutupan Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang digelar pada Senin (5/1/2026) pagi.

Keikutsertaan tersebut merupakan bentuk komitmen Bandara Juwata dalam mendukung pengendalian serta evaluasi angkutan Nataru secara nasional.

Penutupan posko ini diharapkan menjadi momentum evaluasi dan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan jasa transportasi udara di Bandara Juwata Tarakan ke depan.(Rz)

Pos terkait