TERASKALTARA.ID, TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bergerak cepat merespons bencana gempa tektonik bermagnitudo 4,8 yang mengguncang Kota Tarakan pada Rabu (5/11/2025) sore.
Sehari pascakejadian, Kamis (6/11/2025), Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., didampingi Pj. Sekretaris Provinsi Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si., langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak.
Rombongan gubernur mendatangi rumah warga yang rusak serta RSUD dr. Jusuf SK yang turut mengalami keretakan akibat gempa.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltara, pemerintah menyiapkan bantuan senilai Rp10 juta per rumah bagi masyarakat terdampak. Bantuan ini akan disalurkan langsung ke rekening penerima sesuai hasil pendataan di lapangan.
“Kami langsung salurkan ke rekening korban dan tidak bisa tunai. Nilainya Rp10 juta untuk satu rumah, dan semuanya kita data, baik yang rusak ringan, sedang, maupun berat,” ujar Gubernur Zainal di sela peninjauan.
Gubernur menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk kehadiran nyata pemerintah dalam memastikan warga terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan.
Ia juga mengapresiasi kerja cepat tim BPBD bersama TNI, Polri, dan Pemkot Tarakan yang sejak malam kejadian telah melakukan evakuasi dan pendataan.
“Saya tahu bahwa di Tarakan, kemudian di Nunukan dan Bulungan, sempat terjadi guncangan akibat gempa 4,8 magnitudo. Beberapa rumah terkena dampak, sebagian roboh, tetapi kita bersyukur tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.
Selain bantuan langsung, Pemprov Kaltara juga menyiapkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung langkah-langkah tanggap darurat dan kegiatan simulasi kebencanaan di masa mendatang.
“Kita di Pemprov Kaltara memiliki dana BTT yang bisa digunakan untuk kegiatan bersifat darurat, termasuk pelatihan atau simulasi gempa bagi masyarakat,” tambah Gubernur Zainal.
Berdasarkan laporan BPBD, dampak gempa dirasakan cukup luas hingga ke Kabupaten Nunukan dan Bulungan. Di Tarakan sendiri, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, namun situasi kini berangsur kondusif.
Pemerintah memastikan seluruh korban telah dievakuasi dan bantuan darurat telah didistribusikan.
Gubernur Zainal menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Kementerian terkait untuk mempercepat penanganan pascagempa serta memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.
“Kementerian juga sudah hadir langsung untuk mendata dan insyaAllah akan memberikan dukungan tambahan kepada para korban,” pungkasnya.(dkisp).




