TERASKALTARA.ID, MALINAU — Kebakaran hebat melanda Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, pada Minggu (25/1/2026) sore.
Sedikitnya enam unit rumah warga dan satu toko dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Informasi kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 16.55 Wita oleh Jesiska, Sekretaris Camat (Sekcam) Malinau Utara. Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Malinau langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar pukul 17.05 Wita.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Malinau, Drs. Agustinus, menjelaskan api pertama kali muncul dari rumah milik Amanda, lalu dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya karena jarak bangunan yang saling berdekatan.
“Api berasal dari salah satu rumah warga atas nama Amanda. Karena kawasan padat permukiman, api dengan cepat menjalar dan menghanguskan enam rumah,” jelas Agustinus.
Lebih lanjut, Agustinus mengungkapkan enam rumah yang terdampak masing-masing milik Yosafat, Amanda (Yosafat), Abdul Rahim Suryono, Pet Anyik, Puring Inyau, dan Mariam Aran. Selain rumah, sebuah toko yang menjual pakaian, sembako, dan obat-obatan (apotek) juga ikut terbakar.
Dugaan sementara kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, meskipun kepastian penyebab masih menunggu hasil pendalaman lebih lanjut dari pihak berwenang.
“Untuk sementara, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Kami masih melakukan pendataan dan koordinasi lanjutan,” ujarnya.
Beruntung, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka, baik ringan maupun berat. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar karena seluruh bangunan beserta isinya ludes dilalap api.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir di lokasi kejadian, di antaranya Wakil Bupati Malinau, Asisten I Setda Malinau, Plt Kasat Pol PP dan Damkar, serta Kepala BPBD.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi beberapa kendala, terutama akses jalan yang sempit karena berada di dalam gang, serta banyaknya warga yang memadati lokasi sehingga menghambat pergerakan armada pemadam kebakaran.
“Kendala utama adalah akses jalan yang sempit dan kerumunan warga. Namun secara keseluruhan api berhasil dikendalikan dan kondisi saat ini sudah aman,” tutup Agustinus. (*/tk01)




