Dedap Raya Bulungan Hiasi IRAU ke-11 Malinau, Diajukan Pecahkan Rekor MURI Kipas Adat Terbesar di Indonesia

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Festival Budaya IRAU ke-11 tahun 2025 kembali menorehkan sejarah. Pada hari ke-10 pelaksanaan, Rabu (15/10/2025), Lembaga Adat Bulungan memukau ribuan pengunjung dengan mempersembahkan Dedap Sebenua atau Dedap Raya, sebuah kipas adat raksasa yang resmi diajukan untuk meraih Rekor MURI sebagai kipas adat terbesar di Indonesia.

Karya megah tersebut berdiri menjulang di Panggung Utama Padan Liu’ Burung Malinau, menjadi ikon baru yang menyita perhatian seluruh pengunjung festival.

Dedap Raya tampil dalam bentuk kipas emas setengah lingkaran berdiameter 30 meter dan tinggi 15 meter, membentang megah menghiasi area depan panggung dengan kemilau yang memukau.

Lebih dari sekadar karya seni, Dedap Raya menjadi simbol kejayaan dan martabat budaya Bulungan, yang sejak dahulu dikenal memiliki akar tradisi kuat di Kalimantan Utara.

“Dedap ini berangkat dari sejarah budaya Bulungan. Dulu daun dedap digunakan masyarakat untuk menghidupkan api di hutan. Seiring waktu, dedap menjadi bagian dari tradisi kesultanan dan akhirnya diangkat dalam seni tari kipas gulungan,” jelas Indra Bangsawan, Tokoh Adat Bulungan di Malinau sekaligus penggagas utama Dedap Raya.

Proses pembuatan Dedap Raya dilakukan secara gotong royong. Dikerjakan sejak 20 Oktober 2025, Tim Perajin bekerja siang malam demi memastikan karya tersebut selesai tepat waktu.

Empat pekerja inti dibantu puluhan warga secara bergantian, dengan total penggunaan delapan kubik kayu enam kubik untuk pondasi dan dua kubik untuk rangka utama.

“Ini bukan hanya karya seni, tapi simbol kebersamaan. Semua dikerjakan dengan semangat agar budaya Bulungan semakin dikenal luas,” tambah Indra.

Keberadaan Dedap Raya menegaskan posisi Festival IRAU Malinau sebagai ajang pelestarian budaya terbesar di Kalimantan Utara, yang tidak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga memperkuat identitas dan semangat persaudaraan antaretnis di Bumi Intimung.

Masyarakat yang menyaksikan langsung tak bisa menyembunyikan rasa kagum. Mereka menilai kipas raksasa tersebut bukan hanya kebanggaan suku Bulungan, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat Malinau.

Dengan hadirnya Dedap Raya, Festival Irau ke-11 tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum bersejarah yang menandai semangat kolaborasi, kebanggaan lokal, dan pelestarian nilai adat yang hidup di tanah Kalimantan Utara.(Tk12).

Pos terkait