MALINAU, TerasKaltara.id – Jalan yang menghubungkan Desa Long Pada, Long Ranau, dan Long Nyau di Kecamatan Long Pada, Kabupaten Malinau kini dalam kondisi memprihatinkan.
Kerusakan jalan yang sudah berlangsung lebih dari sembilan tahun, sejak pertama kali dibuka pada 2015, semakin memperlihatkan ketidakpedulian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur di daerah terpencil.
Hingga Senin (23/12/2024), kerusakan jalan ini terus mengganggu aktivitas warga setempat.
Abel, salah satu warga yang tinggal di desa tersebut, mengungkapkan kondisi jalan semakin memburuk, terutama saat musim hujan.
“Jalan ini sudah sangat rusak dan membuat kami kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari. Kami sangat bergantung pada jalan ini, untuk keperluan pribadi maupun untuk kebutuhan medis,” ujarnya.
Kerusakan jalan ini menyebabkan tarif angkutan umum ikut mengalami kenaikan setiap kali jalan rusak. Bahkan menjadi beban tambahan, bagi masyarakat yang sudah terbiasa hidup dalam keterbatasan.
“Meskipun ada subsidi untuk ongkos angkutan barang, kenaikan tarif angkutan penumpang tetap saja membuat kami tertekan. Terutama menjelang momen penting seperti Natal dan Tahun Baru. Banyak warga yang harus melakukan perjalanan jauh, bahkan untuk berobat ke rumah sakit,” kata Abel.
Abel juga mengungkapkan, perjalanan yang sebelumnya dapat ditempuh dalam waktu 6 hingga 7 jam kini membutuhkan waktu hingga dua hari, akibat kondisi jalan yang rusak parah.
“Ini adalah kenyataan pahit yang harus kami terima. Kami tinggal di wilayah yang seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah,” tambahnya.
Masyarakat berharap agar pemerintah segera melakukan perbaikan serius, terhadap infrastruktur jalan yang vital bagi kelangsungan hidup mereka.
Tanpa adanya perhatian dari pemerintah, ketimpangan akses dan pembangunan antara daerah terpencil dan kota besar akan semakin memperlebar kesenjangan.
“Sudah seharusnya Pemda memberikan perhatian untuk infrastruktur jalan, supaya aktivitas warga juga bisa berjalan dengan lancar,” tandasnya. (tk01)