TERASKALTARA.ID, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kian agresif menjajaki peluang investasi lintas negara. Gubernur Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum. melakukan pertemuan strategis dengan sejumlah investor asal Malaysia di Jakarta, Selasa (4/11/2025), membahas peluang penanaman modal di berbagai sektor unggulan di Bumi Benuanta.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Dato’ Sri Mohamad Supardi MD Noor dan Dato’ Zuraidi Bin Rahim, dua pengusaha besar asal Malaysia, yang menunjukkan ketertarikan kuat terhadap proyek-proyek potensial di Kaltara.
“Mereka sangat ingin tahu peluang investasi apa yang bisa dikembangkan di Kalimantan Utara. Kami memaparkan berbagai proyek yang sudah siap ditawarkan melalui Investment Project Ready to Offer (IPRO),” ujar Gubernur Zainal.
Dalam pertemuan itu, Gubernur memaparkan sejumlah sektor yang tengah menjadi fokus pembangunan daerah, mulai dari Food Estate, pembangunan jalan tol penghubung kawasan industri hijau, hingga rencana pembangunan bandara hijau yang akan memperkuat konektivitas kawasan utara Kalimantan.
Tak hanya sektor infrastruktur, potensi besar juga datang dari bidang perikanan dan kelautan. Zainal menjelaskan bahwa pasar global, khususnya Tiongkok, tengah menunjukkan permintaan tinggi untuk komoditas seperti udang windu, ikan bandeng, dan rumput laut.
“Kaltara adalah salah satu penghasil rumput laut terbesar di Indonesia. Selain itu, kami juga mendorong hilirisasi CPO (crude palm oil) di Kabupaten Bulungan, yang mulai dilirik para investor,” tambahnya.
Gubernur mengungkapkan bahwa para investor Malaysia merespons positif paparan tersebut dan berencana segera mengirimkan Letter of Intent (LoI) sebagai bentuk keseriusan untuk menjajaki peluang investasi di Kaltara.
“Mereka sangat tertarik karena sebelumnya sudah mendengar potensi Kaltara, tetapi baru kali ini mendapat paparan lengkap. Kami jelaskan bahwa di sektor Food Estate saja ada sekitar 40 ribu hektare lahan potensial yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Dari kalkulasi awal Pemprov Kaltara, nilai investasi yang ditawarkan dapat mencapai Rp500 miliar atau setengah triliun rupiah, tergantung skala proyek yang akan disepakati.
Zainal menilai langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Kaltara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan dan memperkuat kerja sama bilateral di sektor industri dan pangan.
“Kami harap ini menjadi sinyal baik bagi Kaltara. Kami sambut dengan tangan terbuka setiap investor yang memiliki visi sama untuk membangun wilayah perbatasan menjadi etalase ekonomi nasional,” kata Gubernur.
Sebagai tindak lanjut, para investor Malaysia dijadwalkan akan melakukan kunjungan langsung ke Kaltara dalam waktu dekat untuk melihat langsung potensi yang telah dipresentasikan.
Pertemuan ini menjadi langkah nyata Pemprov Kaltara dalam memperluas jejaring investasi lintas batas, memperkuat diplomasi ekonomi, dan membuka peluang kerja sama yang dapat mendorong percepatan pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.(dkisp).




