TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Biosolar sempat terjadi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, akibat kendala operasional armada pengangkut laut. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas nelayan, khususnya di Pulau Sebatik, yang bergantung pada pasokan BBM untuk melaut.
Menanggapi situasi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat melakukan langkah antisipatif guna memulihkan dan menjaga kelancaran penyaluran BBM di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan gangguan distribusi terjadi karena dua kapal suplai menjalani proses docking wajib tahunan yang bersifat sementara.
“Begitu menerima informasi adanya penyesuaian distribusi akibat proses docking wajib tahunan dua kapal suplai, Pertamina langsung menyiapkan skema distribusi alternatif agar pasokan BBM, khususnya Biosolar untuk nelayan, tetap terjaga,” ujar Edi.
Ia menegaskan, Kabupaten Nunukan menjadi salah satu wilayah prioritas penyaluran BBM, mengingat posisinya sebagai daerah perbatasan serta ketergantungan masyarakat terhadap energi untuk menopang aktivitas ekonomi.
Sementara itu, Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel Pertamina Patra Niaga, Muhammad Naufal Atiyah, mengungkapkan bahwa percepatan distribusi BBM ke Nunukan terus dilakukan melalui Fuel Terminal Tarakan sejak Kamis (8/1/2026).
“Distribusi BBM ke Nunukan kami pantau secara intensif. SPBU di Nunukan sudah mulai menyalurkan BBM pada Jumat (9/1/2026), kemudian disusul beberapa SPBU lainnya hari ini, Sabtu (10/1/2026), dan sisanya akan kembali menyalurkan pada Senin (12/1/2026),” jelas Naufal.
Ia menambahkan, upaya pemulihan pasokan terus diperkuat dengan penambahan armada pengangkut.
“Hari ini satu kapal lagi sudah berangkat membawa BBM ke Nunukan. Kapal berangkat dari dermaga pukul 18.00 WITA,” tambahnya.
Di tengah kelangkaan yang sempat terjadi, Pertamina juga memastikan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Kabupaten Nunukan terus dipantau agar segera beroperasi dan memperkuat layanan BBM bagi nelayan.
Pertamina turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, DPRD, dinas terkait, serta lembaga penyalur dalam menjaga distribusi BBM subsidi agar tetap sesuai ketentuan dan tepat sasaran, termasuk melalui pemanfaatan aplikasi X-Star.
“Pertamina berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat, khususnya nelayan sebagai sektor strategis pendukung ketahanan pangan nasional,” pungkas Edi.(Rz)




