Malinau, Teraskaltara.id – Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, melambat dari 4,22% pada 2023 menjadi 3,55% hingga akhir 2024. Perlambatan ini disebabkan oleh penurunan produksi batubara sebesar 3,57% dan turunnya Harga Batubara Acuan (HBA) sebesar 36,97% dibanding tahun sebelumnya
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan, menyatakan bahwa sektor pertambangan dan penggalian hanya tumbuh 0,45% pada 2024, jauh lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 4,75% pada 2023. “Sektor pertambangan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian Malinau. Penurunan produksi dan harga batubara berdampak besar pada perlambatan ekonomi,” ujar Yanuar, Rabu (13/3/2025).
Meski sektor pertambangan mengalami penurunan, beberapa sektor lain justru menunjukkan pertumbuhan positif. Sektor konstruksi tumbuh 12,05%, didorong oleh pembangunan infrastruktur besar di Malinau. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum juga meningkat 11,93%, seiring bertambahnya rumah makan, kafe, dan UMKM.
Yanuar menekankan perlunya strategi dari pemerintah dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas ekonomi Malinau, terutama di tengah tantangan di sektor pertambangan. “Pemerintah dan pelaku usaha harus mencari solusi untuk mengatasi dampak penurunan sektor pertambangan dan memastikan pertumbuhan sektor lain tetap stabil,” tambahnya.(*)