Kaji Banjir Sungai Sesayap, PU Malinau Gandeng UGM

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau mengalokasikan anggaran lebih dari Rp1,5 miliar untuk menyusun studi dan rencana desain teknis penanganan banjir serta erosi di sepanjang bantaran Sungai Sesayap.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bidang Sumber Daya Air dengan menggandeng tenaga ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Kerja sama ini merupakan kelanjutan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah terjalin sejak 2023.

Kepala Bidang Sumber Daya Air PU Kabupaten Malinau, Deson, mengatakan fokus kegiatan tahun ini adalah penyusunan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan serta Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar teknis sistem pengendalian banjir.

Untuk tahun ini, pemerintah menganggarkan lebih dari Rp1,5 miliar dan menargetkan empat titik prioritas di wilayah Malinau Utara dan Malinau Kota, meliputi Desa Kelapis, Malinau Seberang, RT 19 (Malinau Kota), serta wilayah Pelita,” ujarnya, Kamis (5/03/2026).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan melalui mekanisme Swakelola Tipe II yang melibatkan tenaga ahli dari perguruan tinggi sebagai pelaksana teknis. UGM dinilai memiliki kapasitas akademik, khususnya di bidang hidrologi dan teknik sipil, untuk menganalisis karakteristik daerah aliran Sungai Sesayap secara komprehensif.

Melalui pendekatan saintifik, dokumen FS dan DED yang dihasilkan diharapkan menjadi dasar perencanaan teknis sebelum masuk ke tahap konstruksi fisik. Pemerintah daerah berharap kajian tersebut mampu menghasilkan solusi jangka panjang dan terukur dalam pengendalian banjir yang kerap terjadi di kawasan tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi ini juga diharapkan dapat memperkuat kualitas perencanaan serta memastikan kebijakan penanganan banjir berbasis data dan analisis ilmiah. (tk01)

Pos terkait