Lonjakan Penumpang Capai 40 Persen, KSOP Tarakan Sukses Tekan Calo Selama Nataru

pengawasan dan penataan sistem pelayanan selama pelaksanaan Posko Angkutan Laut Nataru.

TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 tidak lantas memicu kekacauan di jalur laut Kota Tarakan. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tarakan memastikan seluruh rangkaian angkutan laut berjalan aman, tertib, dan bebas dari praktik percaloan yang selama ini kerap menjadi keluhan penumpang.

Kepala Seksi Lalu Lintas, Angkutan Laut, dan Usaha Kepelabuhan KSOP Tarakan, Capt Umar Rahman, menyebut keberhasilan ini tak lepas dari penguatan pengawasan dan penataan sistem pelayanan selama pelaksanaan Posko Angkutan Laut Nataru.

“Secara umum penyelenggaraan angkutan laut selama Nataru berjalan aman dan tertib. Tidak ada kejadian menonjol, termasuk praktik percaloan yang sebelumnya sering terjadi, kini sudah bisa diminimalisir,” ujar Umar.

Meski demikian, tantangan tetap muncul seiring meningkatnya jumlah penumpang. KSOP Tarakan mencatat terjadi lonjakan aktivitas penumpang angkutan laut sejak 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, dengan peningkatan mencapai sekitar 40 persen dibandingkan hari normal.

Peningkatan tersebut didominasi oleh penumpang yang berangkat keluar Tarakan melalui Pelabuhan Malundung. Puncak arus mudik tercatat pada 23 dan 24 Desember 2025. Pada 23 Desember, jumlah penumpang berangkat mencapai 2.185 orang, sementara penumpang tiba sebanyak 1.093 orang. Sehari berikutnya, 24 Desember, penumpang berangkat tercatat 2.138 orang dan penumpang tiba 1.398 orang.

Sementara itu, arus balik terjadi pada 7 Januari 2026. Pada hari tersebut, jumlah penumpang tiba mencapai 2.634 orang, sedangkan penumpang berangkat sebanyak 1.753 orang.

“Dari data yang kami rekap, pergerakan penumpang memang masih didominasi yang keluar dari Tarakan,” jelas Umar.

Mayoritas penumpang menggunakan kapal Pelni dengan tujuan antarpulau, seperti Nunukan, Balikpapan, Pantoloan, Parepare, Makassar, Bau-bau, Maumere, Larantuka, Lewoleba, hingga Kupang. Selain itu, rute regional Kalimantan Utara dan Sulawesi, seperti Sebatik, Paleleh, Kuandang, dan Ancam, juga terpantau padat.

Dalam operasional posko Nataru, KSOP Tarakan melakukan pengawasan di Pelabuhan Malundung dan Pelabuhan Feri Juwata. Sementara Pelabuhan Tengkayu I belum sepenuhnya terpantau menyusul proses peralihan pengelolaan dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) ke KSOP sejak 31 Desember 2025.

Dari sisi pelayanan, sistem penjualan tiket dinilai semakin tertib. Seluruh tiket hanya dilayani melalui loket resmi dan diverifikasi menggunakan barcode sebelum penumpang naik ke kapal. Pengawasan juga diperketat di area terminal, khususnya saat penumpang menuju bus pengantar ke dermaga.

“Selama Nataru tidak ada laporan penumpang tertinggal kapal maupun kehilangan barang. Ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi lintas instansi,” tambahnya.

Untuk memastikan keselamatan dan kelancaran pelayaran, KSOP Tarakan menggandeng sejumlah pihak, antara lain Dinas Perhubungan, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP/KSKP), BMKG, serta Basarnas.(Rz)

Pos terkait