Momen Siswa SD di Malinau Upacara HUT Ke-80 RI dalam Genangan Banjir

Foto : Ist/ Momen para Siswa SDN 001 Desa Respen Tubu, Kec. Malinau Utara melaksanakan Upacara Peringatan HUT Ke- 80 RI di Sekolah dalam kondisi tergenang Banjir.

MALINAU, Teraskaltara.id – Para siswa SDN 001 di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara menggelar upacara HUT Ke- 80 RI pada Minggu (17/8/2025) dengan penuh khidmat dan semangat, meski lapangan sekolah tergenang banjir.

Upacara yang dipimpin langsung Kepala SDN 001 Desa Respen Tubu, Minarto S.Pd yang diikuti para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 serta para guru. Para peserta upacara tetap antusias meski lapangan digenangi air setinggi mata kaki orang dewasa.

Diketahui, genangan Banjir yang menggenangi lapangan sekolah disebabkan curah hujan tinggi sejak malam sebelumnya, ditambah permasalahan drainase sekolah yang kurang memadai. Menurut Minarto, genangan air kerap terjadi karena halaman sekolah lebih rendah dibandingkan jalan di sekitarnya.

“Semalam hujan, walaupun tidak terlalu deras, tapi memang halaman kami sering tergenang karena posisinya lebih rendah sehingga seringkali banjir,” ujar Minarto.

Meski demikian, semangat para siswa tidak surut. Ia menjelaskan persiapan dan latihan sebelumnya membuat siswa tetap antusias mengikuti upacara HUT Ke- 80 RI.

“Siswa sangat antusias. Saya berpikir, jika upacara dilakukan di dalam ruangan, semangat anak-anak untuk memperingati HUT Kemerdekaan bisa berkurang,” ungkapnya.

Upacara berlangsung khidmat. Siswa mengenakan seragam merah putih lengkap, sebagaimana dianjurkan Pemerintah Daerah Malinau yang juga memberikan bantuan seragam sekolah dan perlengkapan lainnya secara lengkap.

Minarto menegaskan upacara bendera ini bukan sekadar seremoni, melainkan wahana untuk menanamkan semangat juang dan kebangsaan kepada siswa.

“Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang adalah hasil perjuangan pahlawan yang mengorbankan jiwa, raga, dan harta. Sebagai generasi penerus, kita harus mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, khususnya melalui pendidikan,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya menanamkan karakter pantang menyerah kepada siswa, yang tercermin dari pelaksanaan upacara di tengah genangan air.

“Kami ingin menunjukkan kepada Anak-anak bahwa dalam situasi apapun, kita harus tetap semangat. Seperti mengenakan seragam lengkap dan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mempersiapkan masa depan,” pungkasnya.

Pos terkait