Pawai Natal Oikumene Satukan Warga Malinau, Dari Batu Lidung Hingga Padan Liu’ Burung

Kedatangan peserta pawai disambut langsung oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD)

TERASKALTARA.ID, MALINAU — Festival Pawai Natal Oikumene 2025 menjadi simbol kuat persatuan dan keharmonisan warga Kabupaten Malinau. Ribuan peserta pawai dengan kendaraan hias dan atribut Natal menempuh rute dari Desa Batu Lidung hingga finis di Lapangan Pro Sehat, Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Sabtu (20/12/2025) malam.

Kedatangan peserta pawai disambut langsung oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD). Sebelumnya, peserta pawai telah dilepas secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Malinau, Jon Ifung, S.Sos., M.M, dari titik start di Desa Batu Lidung.

Dalam sambutannya, Wempi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara Pawai Natal Oikumene yang digagas oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Malinau, serta kepada aparat keamanan dan masyarakat yang turut menjaga kelancaran kegiatan.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia BAMAG, aparat keamanan, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya Pawai Natal Oikumene ini dengan aman dan tertib,” ujar Wempi.

Ia menegaskan bahwa momentum Natal dan Tahun Baru harus menjadi penguat persatuan serta kedamaian di tengah masyarakat. Bupati juga mengimbau warga agar tetap bijak menyikapi informasi, khususnya di media sosial.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Malinau untuk bersama-sama menjaga persatuan, kedamaian, dan kondusivitas daerah menjelang Natal dan Tahun Baru. Jangan mudah terpancing oleh isu-isu negatif yang beredar di media sosial,” tegasnya.

Menurut Wempi, keharmonisan antarumat beragama merupakan fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah.

“Kedamaian dan keharmonisan umat beragama adalah salah satu faktor utama keberhasilan pembangunan. Ini harus terus kita pelihara bersama,” katanya.

Di akhir sambutan, Wempi juga menyampaikan ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani serta permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Malinau atas berbagai kekurangan selama satu tahun terakhir.

“Saya mengucapkan Selamat Natal bagi umat Nasrani. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malinau, saya juga memohon maaf atas segala kekurangan selama setahun ini. Mari kita sambut tahun baru dengan semangat, sukacita, dan kedamaian demi kemajuan Malinau,” tutupnya.

Festival Pawai Natal Oikumene ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau dalam mendukung kegiatan spiritual dan keagamaan sebagai perekat persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat.(Rz)

Pos terkait