TERASKALTARA.ID, BULUNGAN – Momentum Peringatan Hari Nusantara 2025 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bulungan untuk menegaskan komitmennya dalam mengembangkan sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Tidak hanya meresmikan infrastruktur baru, Pemkab juga mengumumkan kerja sama strategis dengan Pemerintah Kanada untuk pelestarian mangrove dan peningkatan produk olahan khas pesisir seperti terasi dan amplang.
Peringatan yang dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Palas pada Senin (8/12/2025) itu dihadiri Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd, M.Si, Wakil Bupati Kilat, A.Md, Ketua DPRD H. Riyanto, S.Sos, Ketua TP PKK Sri Nurhandayani, dan jajaran Pemkab. Salah satu agenda utama yakni peresmian Rumah Produksi Perikanan di Kelurahan Tanjung Palas Hilir, sebagai bagian dari pembangunan enam unit rumah produksi yang dibangun sepanjang tahun 2025.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan selamat Hari Nusantara 2025 sekaligus mengajak seluruh nelayan Bulungan menjaga kelestarian laut serta mematuhi seluruh regulasi perikanan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan wilayah maritim merupakan tanggung jawab kolektif.
“Kalau laut kita jaga, kalau tidak tercemar dan tidak dirusak oleh alat tangkap terlarang, maka rezeki para nelayan akan terus berkelanjutan,” tegasnya. Ia kembali mengingatkan larangan penggunaan racun, bom ikan, serta alat tangkap ilegal yang merusak ekosistem, dan menegaskan bahwa pelanggar akan berhadapan dengan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Bupati menyebut pembangunan rumah produksi menjadi langkah strategis dalam memberi nilai tambah hasil tangkapan nelayan. Produk tak lagi hanya dijual mentah, tetapi dapat diolah agar bernilai jual lebih tinggi. Ia juga mendorong peran aktif kelompok nelayan dan terutama kaum ibu dalam pemanfaatan fasilitas tersebut.
Lebih jauh, Pemkab Bulungan kini menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kanada terkait pelestarian mangrove serta pengembangan produk olahan seperti terasi dan amplang di sejumlah desa pesisir.
Bupati bahkan menyinggung pengalaman sebelumnya, ketika terasi produksi nelayan Bulungan dijual ke luar daerah namun diberi label daerah lain. Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga identitas produk lokal.
“Kita harus bangga dengan produk sendiri,” tandasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemkab akan membantu pemenuhan kebutuhan teknis, mulai dari mesin hingga genset untuk mendukung aktivitas produksi.
Bupati memastikan mulai 2026, seluruh konsumsi rapat Pemkab Bulungan akan menggunakan produk UMKM Bulungan, termasuk olahan perikanan dari rumah produksi.
“Jangan khawatir soal pemasaran. Pemerintah daerah akan membeli produk UMKM kita. Ini komitmen yang akan kami awasi langsung,” ujarnya.
Dukungan lain datang dari PDAM Bulungan yang telah memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) guna memenuhi kebutuhan internal pemerintah serta mendukung higienitas produk olahan. Sementara itu, BPOM dan MUI memberikan pembinaan serta sertifikasi sehingga produk di rumah produksi terjamin aman dan higienis.
Untuk memperkuat modal usaha kelompok nelayan dan pengelola rumah produksi, Pemkab juga menyediakan akses kredit melalui PT BPR Bank Bulungan dengan bunga hanya 4 persen, jauh lebih rendah dari rata-rata bunga perbankan umum.
Dorongan pemasaran juga diperluas melalui kerja sama dengan Mall Sarinah Jakarta. Sebanyak 75 produk UMKM Bulungan berhasil lolos kurasi dan siap dipromosikan secara nasional melalui etalase khusus.
Di luar sektor tangkap, Bupati meminta Dinas Perikanan memaksimalkan potensi budidaya melalui balai benih ikan yang telah mampu memproduksi bibit Nila, Lele, dan Ikan Mas bersertifikat. Upaya ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi sekaligus membantu menekan angka stunting di Bulungan.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan rumah produksi hingga dukungan permodalan merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat pesisir.
“Ini bukan untuk pemerintah. Ini untuk masyarakat Bulungan, khususnya para nelayan. Mari manfaatkan rumah produksi ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan pendapatan keluarga,” pesannya.(Dkisp)




