TERASKALTARA.ID, MALINAU– Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menghadiri acara pisah sambut Kapolres Malinau dari AKBP Imam Irawan kepada AKBP Dr. M. Anton Satriadi yang berlangsung di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau, Kamis (6/8). Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan komunikasi antar seluruh elemen masyarakat sebagai kunci mempertahankan kondusivitas dan toleransi di Kabupaten Malinau.
Acara pisah sambut tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, organisasi perempuan, serta para pimpinan perangkat daerah.
Wempi menyampaikan apresiasi kepada AKBP Imam Irawan atas dedikasi dan kerja sama yang telah terjalin selama memimpin Polres Malinau. Ia juga mengucapkan selamat atas amanah baru yang diemban sebagai Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Utara.
Di sisi lain, Wempi menyambut hangat kehadiran AKBP Dr. M. Anton Satriadi beserta istri sebagai Kapolres Malinau yang baru. Menurutnya, tradisi pisah sambut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkenalkan pimpinan baru kepada seluruh pemangku kepentingan di daerah.
“Hari ini kita melakukan pisah sambut dengan Pak Kapolres Imam yang lama, yang saat ini sudah menjadi Wadir Narkoba Polda Kalimantan Utara, dan menyambut Kapolres yang baru, Pak Anton, bersama Ibu. Ini merupakan tradisi yang selalu kita laksanakan,” ujar Wempi saat diwawancarai, Kamis (6/8).
Ia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut dirinya juga menyampaikan berbagai informasi mengenai kondisi Kabupaten Malinau, mulai dari karakteristik masyarakat, tantangan pembangunan, hingga berbagai isu sosial yang perlu menjadi perhatian pimpinan Polres yang baru.
Menurut Wempi, mengenalkan Kapolres kepada para tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi politik, organisasi kepemudaan, dan organisasi perempuan merupakan langkah penting agar komunikasi dapat terjalin sejak awal.
“Yang paling penting adalah kehadiran tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi politik, organisasi kepemudaan, dan organisasi perempuan. Dengan begitu masyarakat bisa lebih dekat dan lebih akrab dengan pimpinan,” katanya.
Wempi menilai komunikasi yang baik selama ini menjadi modal utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat. Melalui silaturahmi yang terus terjaga, pemerintah daerah bersama kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dapat mencari solusi secara bersama-sama.
“Jika ada persoalan-persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat, dengan silaturahmi yang baik dan komunikasi yang terbangun selama ini kita bisa menyelesaikannya bersama-sama,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wempi menegaskan bahwa Kabupaten Malinau dikenal sebagai daerah yang memiliki tingkat toleransi yang tinggi. Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, termasuk peran aktif Polres Malinau dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh lapisan masyarakat.
“Nilai-nilai kebersamaan inilah yang harus terus kita rawat dan jaga. Tingkat toleransi di Kabupaten Malinau dapat terus terpelihara karena adanya sinergi antara pemerintah daerah, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan peran besar Polres Malinau beserta seluruh jajarannya,” pungkasnya. (*ntl)







