MALINAU, Teraskaltara.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malinau, yang diinisiasi oleh Yayasan Peduli Berbagi Kasih melalui Model Mitra Mandiri, sebelumnya telah berjalan selama 7 hari dari total target 10 hari pelaksanaan tahap pertama.
Namun, pada 13 Agustus 2025, operasional dapur di Desa Batu Lidung, Kecamatan Malinau Kota dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
Penghentian ini telah menyebabkan distribusi makanan kepada siswa tertunda dan pihak pelaksana telah menyampaikan pemberitahuan resmi atas penundaan tersebut.
Para orang tua siswa pun bertanya-tanya alasan program MBG di Malinau dihentikan sementara. “Saya bingung juga kenapa sudah dua hari Anak-anak tidak dapat makan gratis lagi. Sementara bagi orang tua seperti saya, MBG sangat membantu meringankan beban untuk memberikan jajan,” ujar Dwi Nur (36), Orang Tua Siswa, pada Sabtu (16/08/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penghentian sementara operasional dapur disebabkan oleh permasalahan internal antara pihak Mitra Dapur dan pihak SPPI Malinau, khususnya terkait proses belanja operasional.
Ketidaksepakatan mengenai teknis pengadaan bahan menyebabkan kegiatan produksi dapur terhenti secara menyeluruh meskipun tenaga kerja dan logistik dapur telah siap.
Sejauh ini belum tercapai titik temu antara kedua belah pihak. Diperoleh informasi bahwa penyelesaian persoalan ini kemungkinan akan kembali menunggu langkah evaluasi dari Direktorat Pengawas (Dirtawas) BGN, termasuk upaya fasilitasi dan mediasi agar program dapat kembali berjalan sesuai dengan ketentuan dan target Nasional.