TERASKALTARA.ID, MALINAU – Setelah dua bulan terhenti akibat persoalan internal antara Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dan pihak penyedia dapur, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malinau akhirnya kembali berjalan sejak 22 Oktober 2025.
Program yang digagas untuk memperkuat ketahanan gizi pelajar sekolah dasar itu sebelumnya hanya sempat beroperasi selama tujuh hari pada Agustus lalu sebelum dihentikan sementara karena kendala teknis dan koordinasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Malinau, Francis, mengatakan bahwa pihak dapur kini telah kembali beroperasi setelah melalui proses komunikasi dan rekonsiliasi bersama SPPG.
“Dapur MBG sudah beroperasi kembali, mereka sudah komunikasi dengan saya. Sebenarnya mereka ingin bertemu Bapak Bupati, namun karena jadwal beliau padat saat Festival Irau, akhirnya mereka bertemu saya. Dari situ ada rekonsiliasi dan kesepahaman untuk melanjutkan program,” ujar Francis, Sabtu (8/11/2025).
Ia menegaskan, perbaikan sistem dan tata kelola dilakukan dengan menekankan prinsip saling menghormati kewenangan masing-masing pihak agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kalau sudah beres, ya silakan jalan. Yang penting sesuai kewenangannya masing-masing. Kalau ada permasalahan kecil, selesaikan secara internal. Jangan sampai hal kecil di expose keluar,” tegasnya.
Dinas Pendidikan juga memastikan pengawasan berjalan ketat melalui kepala sekolah di setiap wilayah pelayanan dapur.
Hingga kini, laporan dari lapangan menunjukkan program distribusi makanan bergizi telah berlangsung dengan baik dan tanpa kendala berarti.
Selain itu, munculnya dapur baru seperti dapur MBG Muhammadiyah di Malinau turut memperluas jangkauan layanan bagi siswa-siswi di sekitar wilayah tersebut. Francis memastikan koordinasi dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih distribusi.
“Prinsipnya dapur menjangkau wilayah di sekitarnya sesuai kapasitas yang ditetapkan. Jadi kalau ada dapur baru, dia juga menjangkau wilayahnya sendiri. Kami hanya mengingatkan supaya tidak terjadi tumpang tindih,” jelasnya.
Program MBG sendiri menjadi salah satu inisiatif penting Pemkab Malinau dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Selain menekan potensi kekurangan gizi dan stunting, program ini juga diharapkan membentuk pola makan sehat dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan.
Francis menekankan pesan penting agar sinergi antarpihak menjadi kunci keberlanjutan program.
“Yang penting program ini bisa terus berjalan dengan baik untuk mendukung anak-anak sekolah kita,” pungkasnya.(Tk12).




