Sabu 8,6 Kg Membanjiri Tarakan Sepanjang 2025, Jalur Laut dan Tambak Jadi Modus Favorit

Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 yang digelar di ruang Vicon Sanika Satyawada Mako Polres Tarakan, Rabu (31/12/25).

TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Kota Tarakan kembali berada dalam bayang-bayang ancaman narkotika. Sepanjang tahun 2025, aparat kepolisian mencatat lonjakan tajam pengungkapan kasus narkoba, terutama sabu-sabu yang jumlahnya menembus 8,6 kilogram. Jalur laut hingga kawasan tambak pesisir masih menjadi celah utama peredaran barang haram tersebut.

Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syaputra Manik mengungkapkan, peningkatan pengungkapan kasus menunjukkan intensitas penindakan yang semakin agresif dilakukan jajarannya.

“Pada 2024, Satresnarkoba menyelesaikan 59 perkara. Di 2025 meningkat menjadi 68 perkara. Ini bukti komitmen kami menekan peredaran narkotika di Tarakan,” tegas Erwin.

Tak hanya jumlah perkara, jumlah pelaku juga mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang 2024, polisi mengamankan 79 pelaku, terdiri dari 72 laki-laki dan 7 perempuan. Namun di 2025, angka itu melonjak menjadi 94 orang, dengan dominasi pelaku laki-laki.

“Pelaku laki-laki meningkat 21 orang, sementara pelaku perempuan justru turun menjadi satu orang,” jelas Erwin.

Lonjakan paling mencolok terlihat pada barang bukti sabu-sabu. Jika pada 2024 polisi menyita 2.549,667 gram, maka pada 2025 jumlahnya melonjak drastis menjadi 8.638,80 gram, atau naik lebih dari 6 kilogram.

Selain sabu-sabu, Satresnarkoba Polres Tarakan juga mengungkap peredaran narkotika jenis ekstasi. Sepanjang 2025, sebanyak 73 butir pil ekstasi dengan berat total 25,99 gram berhasil diamankan.

“Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras anggota di lapangan serta peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi,” ujar Erwin.

Sementara itu, KBO Satresnarkoba Polres Tarakan, IPTU Juani Aing mengungkapkan bahwa modus peredaran narkotika masih didominasi jalur laut, dengan memanfaatkan penumpang umum untuk mengelabui petugas.

“Barang biasanya dititipkan melalui penumpang umum lewat jalur laut. Tapi berkat informasi yang cukup akurat, upaya tersebut bisa kita deteksi,” ungkap Juani.

Di wilayah pesisir, pelaku bahkan memanfaatkan tambak sebagai lokasi penyimpanan sementara sebelum barang diedarkan.

“Untuk kasus di laut, banyak yang disembunyikan di tambak. Ada yang ditanam, ada juga yang hanya disimpan sementara,” katanya.

Terkait Kampung Tematik Bebas Narkoba Selumit, Juani menegaskan kawasan tersebut masih menjadi fokus pengawasan meski patroli belum bisa dilakukan secara maksimal setiap waktu.

“Patroli dan razia tetap berjalan di Selumit dan Juwata. Walaupun belum bisa intens setiap saat, anggota tetap kami turunkan,” ujarnya.

Upaya tersebut dinilai cukup efektif. Laporan pengaduan masyarakat dari kawasan Selumit dan sekitarnya dilaporkan mengalami penurunan.

“Alhamdulillah laporan masyarakat menurun. Meski kita tahu daerah itu rawan, tapi setiap hari tetap kita upayakan ada kegiatan patroli,” pungkas Juani.

Ke depan, Polres Tarakan memastikan pengawasan akan terus diperketat di titik-titik rawan seperti pelabuhan, bandara, perairan, dan kawasan pesisir, demi memutus mata rantai peredaran narkotika di Bumi Paguntaka.(Rz)

Pos terkait