Selamat dari Kobaran Api, 30 Penumpang Speedboat Terbakar di Bulungan Berhasil Menyelamatkan Diri

Speedboat SB Sekatak AAA Kaltara terbakar di perairan sungai Salimbatu.

TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Kepanikan sempat menyelimuti perairan Sungai Salimbatu, Kabupaten Bulungan, Kamis (6/8/2026), saat speedboat SB Sekatak AAA Kaltara tiba-tiba dilalap api. Namun di tengah situasi mencekam itu, seluruh 30 penumpang dan awak kapal berhasil menyelamatkan diri tanpa korban jiwa.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius, mengingat kapal dengan bahan fiber tersebut terbakar cepat, sementara di dalamnya terdapat penumpang dewasa hingga anak-anak.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tarakan, Syahril, mengungkapkan pihaknya menerima laporan kejadian dari BPBD Bulungan sekitar pukul 11.41 Wita.

“Kami menerima laporan kecelakaan speedboat di Sungai Salimbatu. Berdasarkan data manifes, total ada 30 orang di dalam kapal, terdiri dari penumpang dan awak,” ujarnya.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Ditpolairud Polda Kaltara, BPBD Bulungan, Pos SAR Bulungan, serta masyarakat setempat langsung bergerak menuju lokasi. Namun saat tiba, seluruh penumpang sudah berhasil menyelamatkan diri ke daratan.

“Setibanya di lokasi, tidak ada lagi proses penyelamatan karena semua penumpang sudah berada di darat. Fokus kami kemudian melakukan evakuasi ke tempat yang aman,” kata Syahril.

Ia menjelaskan, cepatnya api membesar dipicu material fiber pada badan speedboat. Beruntung, posisi kapal berada di tepian sungai, sehingga penumpang dapat segera melompat dan berlari ke darat.

“Material fiber membuat api cepat membesar. Tapi karena posisi speedboat di tepi sungai, penumpang masih bisa menyelamatkan diri. Itu yang membuat semua selamat,” jelasnya.

Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa tersebut tetap menimbulkan trauma bagi penumpang, terutama anak-anak yang turut berada di dalam kapal saat kejadian.

“Kalau syok pasti ada. Kami prihatin, apalagi ada anak-anak di dalam. Tapi kami bersyukur semuanya selamat,” tambahnya.

Setelah dievakuasi, korban yang membutuhkan penanganan medis langsung mendapatkan perawatan. Sementara delapan penumpang memilih melanjutkan perjalanan ke Tarakan melalui speedboat reguler dari Pelabuhan Kayan untuk mengejar jadwal penerbangan.

“Sebagian penumpang kembali ke Tanjung Selor, dan delapan orang melanjutkan ke Tarakan,” tutup Syahril.

Pos terkait