Tarakan Dorong Akselerasi Penurunan Stunting, Wawali Ingatkan “Pekerjaan Belum Selesai”

Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, membuka Rakor dan Monev Penanganan Stunting 2025 di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan, Kamis (20/11/2025). Acara ini membahas evaluasi kasus stunting serta penguatan peran GENTING dalam intervensi lintas sektor.
Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, membuka Rakor dan Monev Penanganan Stunting 2025 di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Tarakan. Acara ini membahas evaluasi kasus stunting serta penguatan peran GENTING dalam intervensi lintas sektor. (Foto: Ist).

TERASKALTARA.ID, TARAKAN – Upaya penurunan stunting di Kota Tarakan kembali mendapat dorongan serius. Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, membuka Rapat Koordinasi dan Monitoring Evaluasi Audit Kasus Stunting yang digelar di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota, Kamis (20/11/2025).

Forum ini juga membahas evaluasi capaian program stunting serta penguatan peran Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting (GENTING).

Acara dihadiri jajaran perangkat daerah, para lurah, TP PKK, puskesmas, KUA, penyuluh, serta organisasi pendukung lainnya.

Dalam arahannya, Wawali menegaskan bahwa Tarakan memang mencatat prevalensi stunting 12,6 persen pada 2024, namun capaian tersebut bukan akhir perjuangan.

“Kita bersyukur angka stunting menurun, tetapi pekerjaan kita belum selesai. Kita butuh langkah yang lebih fokus, terukur, dan dilakukan bersama,” ujar Ibnu.

Ia menekankan bahwa isu stunting bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan persoalan pembangunan manusia.

Karena itu, audit kasus stunting harus memastikan intervensi tepat sasaran mulai dari tingkat kota hingga kelurahan—menguraikan akar persoalan dan memperbaiki alur layanan.

Ibnu juga mengapresiasi peran GENTING, gerakan orang tua asuh yang membantu keluarga berisiko stunting.

Menurutnya, gerakan ini memperlihatkan kuatnya solidaritas warga.

“Gotong-royong masyarakat itu penting. Semua pihak harus terus memperkuat koordinasi dan memastikan program menyentuh sasaran sejak dini,” tegasnya.

Melalui evaluasi yang lebih ketat dan dukungan lintas lembaga, Pemkot Tarakan menargetkan penurunan stunting yang lebih agresif dan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.(Tk12).

Pos terkait