230 Pecatur Ramaikan BMC 2026, Wabup Jakaria Targetkan Malinau Lahirkan Atlet Berkelas Internasional

bmc-2026-catur.jpg
Turnamen catur dalam rangka Bupati Malinau Cup (BMC) 2026 resmi dimulai.

TERASKALTARA.ID, MALINAU– Sebanyak lebih dari 230 pecatur dari berbagai kelompok usia dan kategori mengikuti turnamen catur dalam rangka Bupati Malinau Cup (BMC) 2026. Turnamen yang berlangsung selama kurang lebih empat hari tersebut sekaligus menjadi ajang penjaringan atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara pada November mendatang.

Wakil Bupati Malinau sekaligus Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Malinau, Jakaria, mengatakan dirinya optimistis melihat tingginya antusiasme peserta, terutama karena mayoritas di antaranya merupakan generasi muda.

“Hari ini ada lebih dari 230 peserta yang mengikuti turnamen di berbagai tingkatan. Ada kurang lebih lima atau enam tingkatan yang dilombakan selama kurang lebih empat hari,” ujar Jakaria, Jumat (7/8).

Menurutnya, turnamen tersebut bukan sekadar menjadi bagian dari rangkaian BMC 2026, melainkan juga menjadi salah satu tahapan untuk melihat kemampuan sekaligus menjaring atlet-atlet terbaik Malinau yang nantinya dapat dipersiapkan mengikuti berbagai kompetisi di tingkat lebih tinggi.

Salah satu target terdekat adalah mempersiapkan atlet untuk berlaga pada Porprov Kalimantan Utara yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.

Jakaria menjelaskan, pembinaan olahraga catur di Malinau selama ini terus dilakukan melalui berbagai kompetisi. Selain BMC yang diselenggarakan rutin setiap tahun, Percasi Malinau juga mendorong pelaksanaan turnamen antarpelajar hingga kejuaraan terbuka.

Ke depan, pihaknya bahkan memiliki keinginan agar Malinau dapat menjadi lokasi penyelenggaraan turnamen catur dengan skala yang lebih besar, mulai dari tingkat Kalimantan, nasional hingga internasional.

“Kita rencanakan juga ada event untuk turnamen internasional di Malinau. Namun sampai hari ini kita belum bisa laksanakan semuanya karena terkendala,” katanya.

Menurut Jakaria, Bupati Malinau Wempi W. Mawa juga memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga tersebut. Salah satunya dengan mendorong agar kejuaraan terbuka berskala regional maupun nasional dapat diselenggarakan di Malinau.

Turnamen berskala besar tersebut dinilai tidak hanya memberikan kesempatan kepada atlet lokal untuk menambah pengalaman bertanding, tetapi juga dapat menjadi sarana memperkenalkan Kabupaten Malinau kepada masyarakat dari daerah lain.

“Pak Bupati juga berharap ada turnamen-turnamen open yang kita laksanakan di Malinau. Minimal Open Kalimantan atau Open Nasional nanti kita laksanakan ke depan di Malinau. Karena beliau berharap ini juga menjadi promosi bagi Kabupaten Malinau melalui Percasi,” jelasnya.

Jakaria semakin optimistis terhadap perkembangan olahraga catur di Malinau setelah melihat komposisi peserta BMC 2026. Diperkirakan sekitar 80 persen peserta yang mengikuti pertandingan merupakan anak-anak dan generasi muda.

Kondisi tersebut menurutnya menjadi modal besar dalam membangun regenerasi atlet catur Malinau untuk beberapa tahun mendatang.

“Kurang lebih 80 persen itu anak muda semua. Harapan kita ke depan anak-anak ini akan terus kita kembangkan potensi dirinya. Minimal mereka ke depan bisa internasional,” ungkapnya.

Ia menilai usia muda memberikan ruang pembinaan yang relatif panjang sehingga kemampuan para atlet tersebut masih dapat terus diasah melalui latihan, pendampingan serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi.

Terlebih, Malinau menurutnya telah memiliki contoh atlet yang mampu menunjukkan prestasi di dunia catur, salah satunya Michael Owen. Keberadaan atlet berprestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi anak-anak Malinau, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat perkotaan, bahwa keterbatasan geografis bukan menjadi penghalang untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi.

“Kita punya atlet internasional, kita punya master internasional juga di Malinau, ada Michael Owen. Ini sebagai motivasi kita menyemangati anak-anak Malinau yang jauh ada di pelosok sebelah utara, juga mampu mengembangkan potensi dirinya dalam dunia catur,” tuturnya.

Jakaria menegaskan Pemerintah Kabupaten Malinau bersama organisasi olahraga akan terus memberikan ruang bagi atlet-atlet potensial untuk berkembang.

Ia mengatakan Bupati Malinau juga telah memberikan arahan kepada KONI Malinau yang kemudian diteruskan kepada pengurus cabang olahraga agar terus melakukan kompetisi dan penjaringan bibit unggul pada cabang masing-masing.

Tujuannya agar semakin banyak atlet asal Malinau yang dapat mengikuti kompetisi di luar daerah sekaligus membawa nama Kabupaten Malinau di tingkat regional, nasional hingga internasional. “Ini salah satu duta kita untuk memperkenalkan bahwa Kabupaten Malinau itu ada dan potensi masyarakatnya besar untuk dikembangkan, baik secara nasional maupun internasional,” pungkas Jakaria. (*ntl)

Pos terkait