TERASKALTARA.ID, TARAKAN – Di tengah pesatnya perkembangan cabang olahraga panahan di Kalimantan Utara, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltara menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) masa bhakti 2025–2029 di meeting room Hotel Royal Tarakan, Sabtu (6/12/2025). Forum ini menjadi momentum strategis untuk menentukan kepemimpinan organisasi yang akan membawa panahan Kaltara menghadapi tantangan prestasi yang semakin kompetitif.
Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Kalimantan Utara, Widodo Dwi Santosa, menegaskan bahwa konsistensi prestasi menjadi pekerjaan besar bagi pengurus baru.
“Kami dari KONI Kaltara berharap kepengurusan ke depan lebih baik dari yang sekarang. Pekerjaan lebih berat adalah mempertahankan prestasi yang sudah didapat di PON Aceh–Sumut kemarin dengan satu medali emas. Itu bukan pekerjaan mudah,” kata Widodo.
Ia menilai panahan merupakan salah satu cabor dengan perkembangan tercepat di Kaltara.
“Perpani ini justru berkembang sangat pesat dibanding cabor-cabor lain. Mereka tumbuh di semua kabupaten dan kota, punya klub-klub panahan, bahkan saat menggelar open tournament pesertanya hampir 150 atlet. Secara sosialisasi sudah sangat baik,” ujarnya.
Widodo juga menekankan pentingnya memilih pemimpin yang mampu menjaga kesinambungan program.
“Kami berharap Perpani bisa memilih ketua yang benar-benar bisa meneruskan program yang sudah tertata secara periodik, dan didukung kepengurusan yang solid. Jangan sampai diisi oleh orang-orang yang hanya banyak komentar dan mengganggu kinerja organisasi,” tegasnya.
Meski dukungan KONI tetap ada, ia menegaskan bahwa anggaran daerah tetap menjadi variabel penting.
“Pada prinsipnya kami akan mendukung cabor-cabor berprestasi untuk mempertahankan prestasinya. Tapi semua tetap bergantung pada anggaran daerah. Meski begitu, cabor yang berprestasi akan kami utamakan,” jelas Widodo.
Sementara itu, Kabid Organisasi PB Perpani, Suheriyanto, menyebut Musprov Perpani Kaltara telah berjalan sesuai regulasi organisasi.
“Musprov Perpani Kaltara ini adalah bagian dari kewajiban organisasi. Mereka sudah berhasil melaksanakannya sesuai waktu yang ditetapkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ketua terpilih nantinya harus memiliki kapasitas dan komitmen kuat.
“Siapapun ketua yang terpilih harus memiliki kompetensi dan komitmen untuk membina dan mengembangkan panahan di Kalimantan Utara. Panahan di Kaltara harus menjadi aset, bukan hanya untuk daerah, tetapi juga untuk nasional,” katanya.
PB Perpani, lanjutnya, terus mendorong pemerataan kekuatan atlet secara nasional.
“Kami berharap kekuatan atlet tidak hanya bertumpu di Jawa, tapi juga Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera,” ujarnya.
Suheriyanto juga mengingatkan bahwa pembinaan atlet tak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
“Pembinaan tidak harus mutlak bergantung pada anggaran pemerintah. Kita perlu upaya-upaya lain untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih baik ke depan,” tutupnya.(Rz)




