TERASKALTARA.ID, MALINAU — Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Malinau dalam menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya saat secara resmi membuka Seminar Nasional dalam rangka Peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 dan Hari Guru Nasional se-Provinsi Kalimantan Utara, yang digelar di PLB Malinau, Selasa (16/12/2025).
Dalam sambutannya, Bupati Wempi menekankan bahwa kemajuan suatu daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas sumber daya manusia yang dibangun melalui pendidikan yang merata dan bermutu.
“Kami meyakini bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. Karena itu, sektor pendidikan terus menjadi prioritas strategis pembangunan di Kabupaten Malinau,” ujar Wempi.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan program yang berorientasi pada pemerataan akses pendidikan hingga wilayah pedalaman, peningkatan kualitas proses pembelajaran, serta penguatan kapasitas dan kesejahteraan guru.
Menurut Wempi, guru memegang peran sentral sebagai ujung tombak pembangunan manusia, sehingga keberadaan PGRI sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan.
“PGRI bukan hanya organisasi profesi, tetapi juga mitra pemerintah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas. Atas dedikasi para guru, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya,” tambahnya.
Seminar nasional ini menjadi momentum refleksi peran guru di tengah tantangan zaman, sekaligus wadah bertukar gagasan untuk memperkuat kualitas pendidikan di Kalimantan Utara. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi dan semangat baru bagi para pendidik untuk terus berinovasi dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas.
Peringatan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional tahun ini juga menjadi pengingat akan pentingnya sinergi antara pemerintah, guru, dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Malinau.(Dkisp)




