Pelanggan Air Bersih Tumbuh 3 Persen, Perumda Apa Mening Siapkan Tambahan Kapasitas

kenaikan-tarif-air-malinau.jpg.
Direktur Perumda Apa' Mening Malinau, Indra Gunawan.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Pertumbuhan pelanggan air bersih di Kabupaten Malinau yang mencapai sekitar 2,5 hingga 3 persen setiap tahun mendorong Perumda Apa Mening menyiapkan tambahan kapasitas produksi untuk menjaga keberlanjutan layanan.

Direktur Perumda Apa Mening Kabupaten Malinau, Indra Gunawan, mengatakan pertumbuhan pelanggan diperkirakan terus meningkat seiring dengan upaya perusahaan memperluas cakupan pelayanan.

“Pertumbuhan pelanggan kita itu di angka 2,5 sampai 3 persen. Tapi di tahun ini dan tahun depan kami punya target minimalnya 5 persen. Dari 15.000 pelanggan yang ada, berarti kita mengejar sekitar 750 pelanggan baru dalam setahun,” ujarnya, Rabu (9/9).

Menurut Indra, peningkatan jumlah pelanggan tersebut harus diimbangi dengan ketersediaan kapasitas pengolahan air. Secara teknis, setiap 1 liter per detik (L/s) kapasitas produksi dapat melayani hingga sekitar 100 sambungan rumah tangga.

Dengan target penambahan sekitar 750 pelanggan baru per tahun, kebutuhan tambahan kapasitas air diperkirakan mencapai 7,5 L/s setiap tahunnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, Perumda Apa Mening mendapat tambahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Kuala dengan kapasitas 20 L/s.

“Penambahan IPA 20 liter per detik di Kuala berarti setara untuk menampung pertumbuhan pelanggan selama 3 tahun ke depan,” terangnya.

Saat ini, Perumda Apa Mening mengoperasikan enam unit IPA dengan total kapasitas produksi mencapai 250 L/s. Namun, tidak seluruh wilayah masih memiliki kapasitas cadangan.

Indra menyebut tiga wilayah, yakni Malinau Utara, Malinau Kota, dan Kuala, saat ini telah berada pada kondisi tanpa sisa kapasitas atau zero idle capacity.

“Yang masih memiliki sisa kapasitas hanya Loreh, Singai, dan Long Nawang. Untuk di Malinau Utara, Kota, dan Kuala itu sudah nol kapasitas. Kalau ada gangguan produksi setengah jam saja, air di rumah pelanggan langsung habis,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Perumda Apa Mening terus mendorong penambahan kapasitas produksi sekaligus memperluas pelayanan kepada masyarakat.

Di sisi lain, perusahaan juga berupaya meningkatkan minat masyarakat untuk menjadi pelanggan baru dengan menurunkan biaya pemasangan sambungan rumah. Tarif pemasangan baru yang sebelumnya mencapai Rp3.140.000 dipangkas menjadi Rp1.750.000.

Selain menambah kapasitas produksi, Indra mengingatkan pentingnya efisiensi penggunaan air oleh masyarakat. Pasalnya, konsumsi pelanggan saat ini rata-rata mencapai sekitar 25 meter kubik per bulan untuk setiap kepala keluarga.

Efisiensi penggunaan air dinilai dapat membantu memperpanjang ketahanan pasokan, terutama di tengah pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus berlangsung.

Untuk kebutuhan jangka panjang, Perumda Apa Mening juga menyiapkan pembangunan IPA Terpadu Sembuak/Warod dengan kapasitas 100 L/s.

Kapasitas tersebut diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk menjaga ketersediaan air bersih dan mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan masyarakat hingga sekitar 15 tahun mendatang.

Dengan kombinasi penambahan kapasitas produksi, perluasan jaringan pelanggan, serta efisiensi konsumsi, Perumda Apa Mening berupaya memastikan pertumbuhan layanan air bersih tetap berjalan tanpa mengorbankan keandalan pasokan bagi pelanggan yang sudah ada. (*Natalie)

Pos terkait