Kebakaran Lahan di Kelapis Malinau Meluas hingga 4 Hektare, Damkar Berjibaku Padamkan Api

kebakaran-lahan-malinau.jpg
Petugas Damkar Malinau saat berusaha memadamkan api dilokasi kebakaran.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Kebakaran lahan akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar terjadi di Desa Kelapis, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, yang berbatasan dengan Desa Belayan, Rabu (14/10) sore. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hingga 4 hektare berdasarkan informasi satelit yang tercantum dalam laporan penanganan.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Malinau menerima laporan kejadian pada pukul 16.57 WITA. Personel Sektor Utara langsung bergerak dua menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 17.07 WITA.

Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Damkar Malinau, Rury Ahmad Sururie, menjelaskan, api diduga berasal dari aktivitas pembakaran saat membuka lahan baru yang kemudian tidak terkendali.

Berdasarkan informasi awal masyarakat, lahan yang terdampak kebakaran meliputi lahan milik Wesly, warga Desa Kelapis, serta lahan milik Jemaat GKPI Lubak Manis.

“Berdasarkan informasi awal dari masyarakat, dugaan penyebab kebakaran adalah aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar, yang kemudian mengakibatkan api tidak dapat dikendalikan,” ujarnya, Rabu (14/10).

Petugas mulai melakukan pemadaman pada pukul 17.10 WITA dan menyelesaikan penanganan pada pukul 19.00 WITA. Sebanyak 16 personel Damkar dikerahkan dalam operasi tersebut.

Untuk menjangkau titik api, petugas mengerahkan satu unit mobil tembak, satu unit mobil suplai air, satu unit mobil komando, serta satu unit mesin portable.

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi lahan gambut dengan vegetasi yang lebat. Jarak titik api dari akses kendaraan juga membuat petugas harus menyambung selang dalam jangkauan cukup jauh agar dapat mencapai area yang terbakar.

Karakteristik lahan gambut turut menjadi perhatian karena bara api berpotensi bertahan di bawah permukaan tanah dan memicu kebakaran kembali.

Adapun pemantauan lanjutan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang tersisa.

Rury juga menjelaskan belum terdapat data mengenai nilai kerugian materiil. Sementara itu, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.

Pihak Damkar Malinau mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam melakukan pembukaan lahan dan tidak melakukan pembakaran tanpa pengendalian yang memadai. Hal ini penting untuk mencegah api meluas, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki potensi kebakaran berulang. (tk02)

Pos terkait