TERASKALTARA.ID, MALINAU – Akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Sungai Boh dan Long Apung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, terputus akibat ambruknya jembatan di ruas jalan nasional paralel perbatasan Kilometer 33. Kondisi ini menghambat aktivitas warga, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok.

Berdasarkan informasi yang diterima Dinas Pekerjaan Umum (PU) dari masyarakat Sungai Boh, kerusakan jembatan diduga dipicu tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir. Jembatan yang rusak diketahui merupakan jembatan sementara berbahan kayu log, sehingga rentan mengalami kerusakan.
Jalur tersebut merupakan akses penghubung antara Kecamatan Sungai Boh menuju Long Apung, Kecamatan Kayan Selatan.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Dr. Ernes Silvanus, mengatakan pemerintah daerah telah bergerak cepat dengan mengerahkan alat berat ke lokasi.
“Unit saat ini sudah bergeser ke arah jembatan yang rusak di Km 33. Jika perjalanan lancar dan cuaca baik, estimasi tim dapat tiba besok malam,” ujarnya kepada TerasKaltara.id, Kamis (09/04/2026).

Ernes menambahkan, Dinas PU Kabupaten Malinau juga telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Utara guna melakukan penanganan darurat.
“Kami terus berkoordinasi untuk mencari solusi cepat antara BPJN, PU Malinau, dan pihak Kecamatan Sungai Boh,” jelasnya.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil koordinasi, alat berat yang akan dimobilisasi berasal dari UPTD Sungai Boh. Sementara kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) dipenuhi melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJN.
“Untuk mempercepat mobilisasi, sementara BBM dipinjam dari Sungai Boh. Sesuai kesepakatan, satu unit excavator milik Pemda Malinau akan diberangkatkan ke lokasi besok pagi. Perkembangan selanjutnya akan kami laporkan,” katanya.
Pada saat yang sama, Kepala BPJN Kalimantan Utara, Tri Bakti Muliyanto, memastikan penanganan di lapangan segera dilakukan melalui kolaborasi BPJN Kaltara dengan Pemerintah Kabupaten Malinau.
“Untuk jalan yang putus di Sungai Boh akan segera dikerjakan. Kolaborasi dengan Pemkab Malinau. Alat UPTD operasional dan BPJN, semoga segera tertangani,” ujarnya melalui pesan singkat. (tk01)




