TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Aksi pencurian menyasar pedagang kuliner di kawasan Taman Berlabuh, Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur. Sedikitnya enam rombong pedagang dibobol pelaku pada Kamis (8/1/2025) dini hari. Pelaku bahkan diduga sengaja merusak kamera pengawas dengan mencabut kartu memori dan merendam CCTV untuk menghilangkan jejak.
“Memorinya diambil, CCTV-nya ditinggal tapi direndam. Dari beberapa rombong, cuma satu CCTV yang diambil memorinya,” ungkap salah satu korban, Ifransyah.
Menurut Ifransyah, total kerugian dari seluruh rombong yang dibobol ditaksir mencapai sekitar Rp400 ribu. Enam rombong diketahui dibuka paksa, sementara dua rombong lainnya diduga belum sempat dibobol pelaku.
“Enam rombong semuanya terbongkar. Dua lagi kayaknya belum sempat, tapi sudah mulai mau dibobol,” ujarnya.
Aksi pencurian tersebut diperkirakan terjadi pada waktu subuh. Rekaman CCTV masih menunjukkan kondisi aman hingga sekitar pukul 01.00 WITA. Namun setelah itu, pelaku diduga mulai beraksi dan merusak sistem pengawasan di lokasi.
Selain uang tunai, pelaku juga menggondol berbagai barang dagangan milik pedagang, mulai dari tabung gas, telur, buah-buahan, hingga bubuk bahan jualan. Barang-barang tersebut diambil dari enam rombong yang berhasil dimasuki.
Berdasarkan hasil sementara, pelaku diduga masuk melalui bagian belakang rombong dengan cara membuka baut seng penutup. Material rombong yang terbuat dari asbes diduga memudahkan pelaku membongkar menggunakan alat sederhana.
“Kayaknya pakai obeng, seng-sengnya dibuka dari belakang,” kata pria yang akrab disapa Ipe itu.
Peristiwa ini langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian. Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi. Namun, proses pelaporan sempat tertunda lantaran sebagian korban belum mengetahui prosedur pelaporan.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Tarakan, IPDA Eko Susilo, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Hingga kini, baru tiga dari enam korban yang resmi melapor ke Polres Tarakan.
“Untuk sementara laporan yang masuk ada tiga. Kami bersama tim sudah turun ke lokasi dan melakukan olah TKP,” jelas Eko.
Ia menambahkan, polisi masih mendalami apakah pelaku merupakan pencuri musiman atau bagian dari jaringan tertentu. Pendataan barang yang hilang juga masih dilakukan karena kerugian tiap rombong berbeda.
“Hasil olah TKP sementara, modus pelaku dengan cara merusak gembok dan bagian rombong. Terkait CCTV, kami akan cek kemungkinan rekaman dari sekitar lokasi kejadian,” pungkasnya.(Rz)




