TERASKALTARA.ID, JAKARTA. 18/4 (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Kedutaan Besar Austria membuka peluang penguatan kolaborasi dalam bidang riset dan pendidikan tinggi.
Kedua pihak membahas penguatan program kolaborasi yang telah berjalan, termasuk pertukaran mahasiswa dan dosen, program beasiswa, serta kerja sama antarkampus (University-to-University/U2U) pada Kamis (16/4).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung agenda prioritas nasional, khususnya dalam mendorong hilirisasi, industrialisasi, dan sektor strategis seperti energi berkelanjutan.
“Kami memiliki program prioritas berdasarkan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ini dapat diimplementasikan melalui program di kampus, bukan hanya untuk sains, tetapi juga bagaimana penelitian kampus bisa mempengaruhi industri,” kata Mendiktisaintek dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Menteri Brian menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kemitraan global yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan riset nasional, serta memastikan bahwa kolaborasi internasional dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi berbasis inovasi di Indonesia.
Sementara itu, Kuasa Usaha ad Interim Austria untuk Indonesia, Michael Wislocki menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin dan menyatakan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama, termasuk melalui pengembangan jejaring akademik dan peningkatan mobilitas mahasiswa.
“Kerja sama dalam pendidikan tinggi dengan Indonesia sudah berjalan sejak tahun 1991. Kami sangat menghargai dan puas dengan kerja sama yang sedang berjalan, dan ingin mengambil langkah yang lebih jauh dengan Indonesia,” ujar Michael Wislocki.
Diketahui, kedua pihak juga menjajaki potensi pengembangan kerja sama yang lebih konkret melalui proyek bersama di bidang transisi energi, termasuk pengembangan teknologi baterai, semikonduktor, serta sistem konversi energi.
Selain itu, dibahas pula upaya peningkatan kualitas pendidikan vokasi serta pengembangan riset yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.
Kolaborasi ini diharapkan dapat melibatkan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah secara terpadu dalam satu kerangka kerja yang berkelanjutan.
Sebagai langkah tindak lanjut untuk meningkatkan kerja sama, kedua pihak mengeksplorasi potensi skema program kolaborasi yang lebih terintegrasi, termasuk potensi pengembangan proyek bersama skala besar yang menggabungkan aspek pendidikan, riset, dan pembiayaan antarpemerintah.
Oleh : Sean Filo Muhamad
Editor : Triono Subagyo




