TERASKALTARA.ID, MALINAU – SDN 004 Malinau Kota masih menghadapi sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan. Selain kekurangan ruang kelas, kondisi perpustakaan sekolah tercatat rusak berat sehingga belum dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar siswa.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kunjungan monitoring Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Dr. Muhammad Fiteriady, ke sejumlah sekolah di wilayah Malinau, Selasa (29/9).
Wakil Kepala Sekolah SDN 004 Malinau Kota, Juliawati Ningsih, mengatakan keterbatasan ruang kelas membuat sebagian siswa, khususnya kelas II, masih harus mengikuti pembelajaran pada siang hari.
“Harapan kami dari pihak sekolah karena kurangnya ruang kelas, karena masih ada siswa kami yang masuk kelas siang, untuk kelas 2-nya. Maka harapan kami dengan kunjungan Pak Bupati akan cepat realisasi pembangunan ruang kelas untuk siswa kelas 2,” ujar Juliawati.
Menurutnya, sekolah membutuhkan tambahan tiga ruang kelas untuk tiga rombongan belajar.
“Tiga rombel, tiga ruangan,” jelasnya.
Selain ruang kelas, pihak sekolah juga menyampaikan kebutuhan pembangunan pagar. Menurut Juliawati, belum adanya pagar membuat siswa lebih mudah keluar-masuk lingkungan sekolah sehingga aspek kenyamanan dan keamanan menjadi perhatian.
“Dan ada pembangunan pagar karena masih banyak anak-anak yang keluar masuk karena tidak ada pagarnya. Itu juga menjadi kenyamanan yang kurang nyaman bagi siswa,” katanya.
Dari sisi tenaga pendidik, Juliawati menyebut jumlah guru di SDN 004 Malinau Kota masih mencukupi.
“Jumlah guru masih cukup, Alhamdulillah,” ujarnya.
Namun, sejumlah kebutuhan sarana pendukung pembelajaran lainnya masih perlu mendapat perhatian. Di antaranya belum tersedianya ruangan khusus untuk pembelajaran agama Kristen serta ruang guru.
Sementara itu, kondisi perpustakaan sekolah juga menjadi persoalan. Juliawati mengatakan perpustakaan yang ada saat ini mengalami kerusakan sehingga tidak dapat digunakan.
“Untuk sarana ini, untuk pembelajaran agama Kristen belum ada ruang khususnya, ruang guru juga belum ada, perpustakaan sudah ada tapi sudah rusak, tidak bisa dipakai,” ungkapnya.
Berdasarkan data pada laman Sekolah Kita Kemendikdasmen, kondisi perpustakaan SDN 004 Malinau Kota tercatat dalam kategori rusak berat.
Meski demikian, pihak sekolah menilai bangunan perpustakaan tersebut masih dapat dimanfaatkan kembali apabila dilakukan rehabilitasi.
“Kalau direhab masih bisa,” kata Juliawati.
Kunjungan Bupati Malinau bersama jajaran Dinas Pendidikan diharapkan dapat menjadi momentum untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan sekolah kepada pemerintah daerah.
Pihak sekolah berharap usulan pembangunan tiga ruang kelas, pagar sekolah serta rehabilitasi perpustakaan dapat segera ditindaklanjuti. Tambahan ruang kelas dinilai penting agar kegiatan belajar mengajar tidak lagi dilakukan secara bergantian hingga siang hari bagi sebagian siswa.
Sementara perbaikan perpustakaan diharapkan dapat mengembalikan fungsi fasilitas tersebut sebagai ruang pendukung pembelajaran dan literasi bagi siswa SDN 004 Malinau Kota. (tk02)







