Malam-Malam, Lapas Tarakan Digerebek Tim Gabungan TNI-Polri dan BNNP

Puluhan personel gabungan TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara turun melakukan razia di blok dan kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

TERASKALTARA.ID, TARAKAN — Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan berbeda pada Selasa (22/9/2026) malam. Puluhan personel gabungan TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara turun melakukan razia di blok dan kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Razia tersebut melibatkan jajaran Kodim 0907/Trk, Brimob Polda Kalimantan Utara, Polres Tarakan dan BNNP Kaltara. Penggeledahan dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk mengantisipasi masuknya barang terlarang sekaligus mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di dalam Lapas.

Kegiatan diawali dengan apel gabungan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan badan dan memberikan pengarahan kepada WBP di setiap blok hunian sebelum penggeledahan dimulai.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri mengatakan, razia gabungan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan sekaligus menjalankan 15 Program Akselerasi yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto.

Salah satu fokus program tersebut adalah pemberantasan peredaran narkoba dan penipuan dengan berbagai modus di Lapas maupun Rutan.

“Kegiatan penggeledahan kamar hunian ini merupakan agenda yang kita laksanakan sesuai arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai tindak lanjut implementasi Program Akselerasi Menimipas. Sehingga diperlukan peningkatan kewaspadaan atau deteksi dini demi mewujudkan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan bebas dari narkoba,” ujar Jupri.

Puluhan personel kemudian menyisir kamar hunian. Setiap sudut kamar diperiksa untuk memastikan tidak terdapat barang-barang terlarang yang berpotensi memicu gangguan kamtib.

Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan barang yang mengindikasikan adanya peredaran narkotika maupun obat-obatan terlarang lainnya di dalam Lapas.

Razia kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan tes urine terhadap puluhan WBP dan petugas. Pemeriksaan tersebut dipantau langsung oleh Tim BNNP Kaltara.

Hasilnya, seluruh pemeriksaan urine menunjukkan nilai negatif dari indikasi penyalahgunaan narkoba.

Jupri menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel TNI, Polri dan BNNP Kaltara yang terlibat dalam razia tersebut. Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

“Kami turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran serta sinergitas yang terjalin dengan APH TNI/Polri maupun BNNP Kaltara yang senantiasa membantu beragam kegiatan pengamanan hingga pelaksanaan kegiatan razia gabungan malam ini,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memastikan kondisi Lapas Tarakan tetap aman, tertib dan kondusif serta memperkuat pengawasan terhadap potensi peredaran narkoba maupun gangguan kamtib.

“Kita semua berperan untuk mengawasi Lapas ini agar semakin baik ke depannya” pungkasnya.

Pos terkait