TERASKALTARA.ID, TARAKAN – Bantuan sosial tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah Kota Tarakan mendorong sebagian penerima bantuan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Kementerian Sosial RI memanfaatkannya sebagai modal untuk membangun usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Dorongan itu disampaikan Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., saat menyerahkan bantuan ATENSI kepada 178 Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Gedung Wanita Pemerintah Kota Tarakan, Kamis (24/9/2026).
Dari total penerima, sebanyak 45 orang mendapatkan bantuan modal usaha dalam bentuk barang dengan nilai sekitar Rp3 juta per orang. Bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan konsumsi, tetapi dapat dikembangkan dan diputar kembali menjadi modal usaha.
“Harapan kami, bantuan ini menjadi stimulan. Bapak-Ibu yang masih mampu berusaha, mudah-mudahan bisa keluar dari kondisi sulit dan kehidupannya menjadi lebih baik,” kata Khairul.
Menurutnya, bantuan pemerintah idealnya dapat menjadi pemicu bagi penerima untuk meningkatkan kualitas hidup. Karena itu, penerima yang masih memiliki kemampuan bekerja diharapkan dapat memanfaatkan bantuan secara produktif.
“Tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah,” ujarnya.
Khairul juga menekankan pentingnya ketepatan data penerima dalam setiap program bantuan sosial. Menurutnya, akurasi data menjadi bagian penting agar intervensi pemerintah benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Data ini harus betul-betul akurat, supaya bantuan pemerintah tepat sasaran dan tidak salah dalam memberikan intervensi,” katanya.
Dalam penyaluran kali ini, bantuan ATENSI diberikan kepada 178 PPKS dengan kategori penerima yang beragam. Mereka terdiri dari 45 orang kelompok rentan, 73 korban penyalahgunaan NAPZA melalui LKS Sekata, 22 lanjut usia, lima anak, serta 33 penyandang disabilitas.
Selain bantuan modal usaha, program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan dukungan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing kelompok penerima.
Kegiatan penyerahan bantuan turut dihadiri perwakilan Kepala Sentra Handayani Edy Santoso, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP3APPKB, para camat dan lurah se-Kota Tarakan, Ketua LKS, serta Ketua PKBI Cabang Kota Tarakan.
Pemerintah berharap bantuan ATENSI tidak hanya meringankan beban penerima, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk meningkatkan kemandirian dan memperkuat kesejahteraan keluarga.







