TERASKALTARA.ID, MALINAU – Karnaval Budaya Nusantara dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Malinau dan Festival Budaya Irau ke-12 diperkirakan akan diikuti sekitar 23.000 peserta.
Kegiatan ini akan melibatkan 11 etnis, 15 paguyuban, serta pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Malinau. Karnaval tersebut menjadi salah satu agenda untuk menampilkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malinau, Dr. Kristian, M.Si., mengatakan perkiraan jumlah peserta tersebut berdasarkan laporan dari masing-masing etnis dan paguyuban yang akan ambil bagian dalam karnaval.
Hal itu disampaikannya saat ditemui usai menghadiri rapat finalisasi persiapan HUT ke-27 dan Irau ke-12 Kabupaten Malinau, Jumat (9/10).
Kristian menjelaskan, seluruh peserta diharapkan mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Menurutnya, karnaval ini tidak hanya bertujuan memeriahkan perayaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas budaya setiap kelompok masyarakat.
“Karena ini karnaval budaya, kita minta seluruh peserta menggunakan pakaian adat masing-masing. Bukan sekadar ikut meramaikan, tetapi juga memahami bahwa setiap budaya memiliki nilai yang harus dihormati,” ujarnya.
Ia menyebutkan, peserta berasal dari berbagai kelompok masyarakat adat dan paguyuban, termasuk pelajar tingkat SD, SMP, SMA/SMK, serta sekolah sederajat lainnya.
Keterlibatan pelajar dinilai penting untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan semakin mengenal dan menghargai keberagaman budaya yang tumbuh di Kabupaten Malinau.
Dari sisi pelaksanaan, Karnaval Budaya Nusantara akan digelar dengan konsep berjalan kaki. Peserta akan menempuh rute sekitar 1 hingga 1,5 kilometer, dengan titik pelepasan di Stadion Malinau dan garis akhir di kawasan PLB.
Selama perjalanan, peserta diperbolehkan menampilkan kesenian khas masing-masing, termasuk membawa alat musik dan properti budaya yang dapat dibawa secara mandiri. Penggunaan pengeras suara juga dimungkinkan untuk mendukung penampilan seni sepanjang rute karnaval.
Namun, panitia tidak memperbolehkan penggunaan kendaraan hias. Peralatan musik maupun properti berukuran besar yang membutuhkan alat bantu pengangkutan diharapkan dapat disesuaikan agar tidak mengubah konsep utama karnaval yang mengutamakan pawai berjalan kaki.
“Kalau propertinya bisa dibawa sendiri, silakan dibawa. Untuk peralatan musik, sedapat mungkin tidak menggunakan kendaraan, tetapi bisa dimodifikasi dengan gerobak dorong,” jelasnya.
Selain persiapan teknis, Pemerintah Kabupaten Malinau juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata untuk penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Kristian berharap dukungan dan keterlibatan berbagai pihak dapat membuat Karnaval Budaya Nusantara berlangsung meriah, tertib, dan lancar.
Ia juga berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi mampu memperkuat semangat kebersamaan serta memperlihatkan bahwa keberagaman suku dan budaya merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama.
Dengan perkiraan 23.000 peserta, Karnaval Budaya Nusantara diharapkan menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12, sekaligus mempertegas Malinau sebagai ruang pertemuan berbagai tradisi dan kebudayaan Nusantara. (TK02)







