TERASKALTARA.ID, MALINAU – Bupati Malinau Wempi W. Mawa menilai pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan memiliki arti strategis, bukan hanya untuk membuka akses ekonomi masyarakat, tetapi juga dalam menjaga nasionalisme warga yang tinggal di kawasan perbatasan.
Hal tersebut disampaikan Wempi saat menanggapi terkait wacana pembangunan akses jalan di wilayah perbatasan Malinau-Nunukan setelah adanya koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, termasuk tindak lanjut kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) ke Malinau.
Menurut Wempi, masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan perbatasan membutuhkan kehadiran negara yang nyata melalui pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta akses ekonomi.
“Bagaimana memberi akses pembangunan yang merata, yang adil. Sehingga masyarakat kita rasa nasionalisnya tetap terjaga terhadap bangsa ini, Ibu Pertiwi,” ujar Wempi.
Ia mengatakan, pembangunan jalan di kawasan perbatasan tidak dapat dilihat hanya dari aspek konektivitas. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari distribusi bahan bakar minyak (BBM), logistik, aktivitas perekonomian, ketahanan pangan hingga kepentingan pertahanan negara.
Wempi menegaskan, masyarakat di wilayah perbatasan selama ini tetap menjaga hubungan dan bersinergi dengan negara, meskipun menghadapi keterbatasan akses pembangunan.
“Di sana ada masyarakat yang hari ini membutuhkan kehadiran negara. Dan itu sudah sangat lama dimimpikan oleh rakyat kita. Rakyat yang sampai hari ini merah putih,” katanya.
Karena itu, Wempi berharap pembangunan akses jalan di kawasan perbatasan dapat terus menjadi perhatian pemerintah pusat. Menurutnya, pembangunan tidak harus diselesaikan sekaligus, tetapi dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan negara dan kebijakan pemerintah.
Ia juga mendorong adanya koordinasi lintas kementerian agar berbagai persoalan yang selama ini menjadi kendala pembangunan dapat diselesaikan secara bersama-sama.
“Karena yang mau kita bangun ini kepentingan negara sekali lagi. Di sana ada masyarakat yang hari ini membutuhkan kehadiran negara,” tegasnya.
Wempi menambahkan, kawasan perbatasan Malinau-Nunukan merupakan bagian penting dari konektivitas antardaerah sekaligus hubungan Indonesia dengan Malaysia. Karena itu, pembangunan jalan di kawasan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat keterhubungan wilayah perbatasan dengan pusat-pusat pelayanan dan perekonomian.
Ia berharap pembangunan infrastruktur yang semakin baik dapat memberikan rasa keadilan bagi masyarakat pedalaman dan perbatasan sekaligus memastikan mereka merasakan manfaat pembangunan nasional secara langsung. (tko2)







