Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, DKPPKB Malinau Bagikan 6.000 Masker

pembagian-masker-malinau.jpg
Potret saat salah satu pengendara yang hendak menggunakan masker yang dibagikan Dinkes Malinau.

TERASKALTARA.ID, MALINAU –  Mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Malinau membagikan sekitar 6.000 masker gratis kepada masyarakat, Jumat (16/10).

Pembagian masker ini dilakukan menyusul kondisi kualitas udara di Kabupaten Malinau yang berada dalam kategori tidak sehat. Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara pada 12-13 Oktober 2026, sejumlah parameter menunjukkan peningkatan partikel pencemar dengan kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Kegiatan pembagian masker berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 10.00 WITA di delapan titik, meliputi tujuh lokasi di wilayah Malinau Kota dan satu titik di pertigaan Tanjung Lapang.

Kepala DKPPKB Kabupaten Malinau, Yuli Triana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan di tengah kondisi udara yang tidak sehat, salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Kegiatan pagi ini terkait dengan kondisi udara kita saat ini sedang dalam kondisi tidak sehat untuk masyarakat kita. Oleh karena itu, kami dari Dinas Kesehatan, dalam rangka mengedukasi masyarakat agar memakai masker, melakukan kegiatan pembagian masker gratis pada masyarakat kita,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (16/10).

Yuli menjelaskan, pihaknya menyiapkan sekitar 6.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat. Pembagian berikutnya akan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara di Kabupaten Malinau.

“Kita melihat situasi udara. Jadi, jika situasi udara kita anggap mengganggu kesehatan masyarakat, kita akan bagi,” jelasnya.

Selain membagikan masker secara langsung di sejumlah persimpangan jalan, DKPPKB Malinau juga telah mendistribusikan masker ke seluruh 17 Puskesmas, termasuk Puskesmas yang melayani masyarakat di wilayah pedalaman.

Distribusi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan perlindungan bagi masyarakat, sehingga upaya pencegahan dampak kabut asap tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan.

Yuli mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara belum membaik. Jika terpaksa beraktivitas di luar, masyarakat dianjurkan menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gangguan kesehatan yang muncul akibat paparan udara tidak sehat, terutama keluhan pada saluran pernapasan.

“Kalau ada masyarakat kita yang merasa sesak napas, harus cepat pergi ke fasilitas kesehatan kita,” tegasnya.

Menurutnya, kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita penyakit paru-paru, asma, dan jantung perlu mendapat perhatian khusus karena lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan.

DKPPKB Malinau berharap pembagian masker dan edukasi kepada masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap karhutla. Masyarakat juga diminta segera mendatangi Puskesmas atau rumah sakit apabila mengalami gangguan kesehatan selama kondisi udara masih tidak sehat. (tk02)

Pos terkait