TERASKALTARA.ID, NUNUKAN — Pemanfaatan lahan tidak selalu berhenti pada fungsi awalnya, dengan pengelolaan yang tepat, lahan yang sebelumnya dipandang biasa dapat berkembang menjadi ruang produktif sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian Kepala Balai Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Seno Pramudito, S.Hut., M.E., saat mengunjungi Sarana Edukasi Asimilasi Lapas Nunukan (SEA Lanuka), Rabu, (16/09/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan Seno di sela tugasnya di Kabupaten Nunukan, ia didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Gusta Fitriadi Adi dan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I- Balai TNKM, Hery Gunawan, serta sejumlah personel TNKM.
Dalam kunjungan itu, Seno melihat langsung pemanfaatan kawasan Lapas Nunukan yang dikembangkan tidak hanya untuk mendukung kegiatan pembinaan warga binaan, tetapi juga diarahkan menjadi ruang edukasi, rekreasi dan wisata yang dapat dinikmati masyarakat.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Nunukan Donny Setiawan, A.Md.IP., S.H., M.M., menjelaskan bahwa kawasan yang dimanfaatkan untuk kegiatan tersebut memiliki luasan sekitar 10 hektare.
Lahan itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan sarana pembinaan sekaligus ruang yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
“Lahan ini digunakan untuk kegiatan sosialisasi dan edukasi, baik untuk kegiatan pembinaan warga binaan maupun kegiatan wisata masyarakat,” ujarnya, Rabu (16/09/2026).
Menurutnya, keberadaan SEA Lanuka diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan aspek pembinaan, edukasi dan pemanfaatan lingkungan secara produktif.
Kondisi tersebut turut menarik perhatian Seno, ia menilai apa yang dilakukan Lapas Nunukan menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya mungkin belum terlihat memiliki nilai wisata dapat dikembangkan menjadi kawasan yang memberikan manfaat lebih luas.
“Di sini kita bisa belajar banyak, lahan yang sebelumnya mungkin tidak terlalu produktif, sekarang bisa menjadi produktif dan bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar,” kata Seno.
Selain aktivitas yang berkaitan dengan pembinaan, kawasan tersebut juga memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari perikanan, akuakultur hingga peternakan, pengelolaan berbagai sektor tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana lahan dapat dimanfaatkan secara terpadu.
Dari sisi lingkungan, kawasan SEA Lanuka juga menawarkan pemandangan yang menjadi nilai tambah, dari lokasi tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama laut serta melihat sejumlah wilayah kepulauan di sekitar Nunukan dan Sebatik.
Bagi Seno, pengalaman Lapas Nunukan dalam mengembangkan kawasan tersebut dapat menjadi pembelajaran dalam melihat potensi sebuah lahan dari perspektif yang lebih luas.
“Ini juga menjadi panduan bagi kami dalam mengimplementasikan pemanfaatan lahan untuk kegiatan-kegiatan yang memiliki nilai wisata dan edukasi, kadang kita melihat suatu kawasan tidak berpotensi, tetapi ternyata masih bisa berkembang menjadi potensi,” tuturnya.
Kunjungan tersebut sekaligus membuka ruang berbagi pengalaman mengenai bagaimana sebuah kawasan dapat dikembangkan secara bertahap dengan mengoptimalkan potensi yang tersedia.
Bagi TNKM, pembelajaran seperti ini menjadi bagian penting dalam melihat pengelolaan kawasan tidak hanya dari sisi konservasi, tetapi juga dari sisi edukasi dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Sementara bagi Lapas Nunukan, kehadiran berbagai pihak untuk melihat dan memberikan masukan terhadap pengembangan SEA Lanuka menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kawasan tersebut agar semakin produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)






