TERASKALTARA.ID, MALINAU – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, meresmikan Gedung Sekolah Minggu Buddha (SMB) Samadhina di Kabupaten Malinau, Sabtu (11/7). Peresmian gedung tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan karakter dan pembinaan kerohanian sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Wempi menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Samadhina atas selesainya pembangunan gedung yang dinilai akan menjadi sarana penting dalam mendukung pembinaan generasi muda.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malinau, kami mengucapkan selamat atas selesainya pembangunan Gedung SMB Samadhina. Semoga fasilitas ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung pembinaan anak-anak dan generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Gedung SMB Samadhina sejalan dengan salah satu dari lima program prioritas Pemerintah Kabupaten Malinau, yakni Wajib Belajar Malinau Maju, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan, baik formal maupun nonformal.
Ia menegaskan, pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga harus mampu membentuk karakter, moral, dan spiritual generasi muda agar siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Wempi menilai Gedung SMB Samadhina tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar agama Buddha, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penanaman nilai kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, upaya yayasan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sekitar mencerminkan filosofi kehidupan yang mengedepankan kasih sayang, keharmonisan, dan tanggung jawab terhadap alam.
“Ini bukan hanya tentang membangun manusia, tetapi juga menjaga alam sebagai bagian dari kehidupan. Nilai-nilai seperti ini sangat sejalan dengan semangat Kabupaten Malinau yang menjunjung tinggi kebhinekaan dan toleransi,” katanya.
Selain itu, Wempi juga menyoroti tantangan rumah ibadah dalam membina generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Ia mengatakan, rumah ibadah perlu menghadirkan lingkungan yang nyaman sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar metode pembinaan dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai spiritual.
“Anak-anak sekarang sangat dekat dengan teknologi. Karena itu, pendekatan pembinaan juga harus mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual,” ungkapnya.
Wempi juga menekankan pentingnya peran para tokoh agama sebagai teladan yang mampu menjadi pembimbing sekaligus inspirasi bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan beragama.
Menurutnya, pembinaan kerohanian yang baik akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Ia berharap keberadaan Gedung SMB Samadhina dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pusat kegiatan pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter bagi anak-anak serta remaja Buddha di Kabupaten Malinau.
“Kemajuan harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kerohanian. Itulah yang akan membentuk generasi yang unggul, berkarakter, dan tetap memiliki kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan,” tutupnya. (*st)






