Dugaan Praktik Mafia Tanah di Lahan Gereja Katolik, Ratusan Massa Unjuk Rasa Sampaikan Tuntutan 

Massa Aksi Unjuk Rasa menyampaikan sejumlah tuntutan dalam kasus dugaan Mafia Tanah dan Sengketa Lahan Gereja Katolik St. Yosep Sebuku Tulin Onsoi.

TERASKALTARA.ID, SEBUKU|NUNUKAN – Menuntut keadilan atas pengembalian status tanah Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Sebuku Tulin Onsoi yang berada di Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, ratusan orang yang tergabung dalam Massa Umat Katolik Sebuku Tulin Onsoi menggelar Aksi Unjuk Rasa, pada Kamis (21/08/2025).

Aksi ini dipicu oleh dugaan praktik mafia tanah dalam penerbitan Sertifikat atas Tanah yang sama di Lahan milik Gereja Katolik Paroki Santo Yosep Sebuku Tulin Onsoi.

Dalam keterangannya, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Unjuk Rasa, Nicolaus Ogel Wator menyampaikan bahwa permasalahan tanah Gereja ini sudah dilaporkan pihaknya untuk dimediasi dan ditindaklanjuti pada 2 tahun lalu tepatnya Tahun 2023.

“Tanggal 05 dan 06 Juni 2023 mediasi telah dilakukan di Desa Apas Kecamatan Sebuku bersama Ketua RT. 01 yaitu Bapak Yukul dan sudah menyatakan bahwa tanda tangan dan stempel pada surat dari Terlapor, itu tidak pernah diberikan. Karena stempel dan tanda tangan hanya pernah dibubuhi pada surat tanah Gereja Katolik,” kata Korlap, Nicolaus Ogel Wator.

Nicolaus menegaskan mewakili pihak Gereja Katolik, massa Aksi menuntut :  Pertama, mendesak penegakan hukum agar menegakkan keadilan dan transparan mengusut pihak-pihak terkait dalam penerbitan sertifikat tanah, khususnya tanah yang sedang/masih bersengketa. Kedua, meminta Pemerintah Daerah dan Aparat Kepolisian, agar mengusut dan menindak tegas dugaan praktik mafia tanah di Kecamatan Sebuku dan Tulin Onsoi khususnya pada lahan Gereja Katolik.

Ketiga, menuntut Transparansi proses hukum tanpa adanya intervensi atau tekanan dari pihak manapun. Keempat, meminta perlindungan hukum yang nyata kepada umat Katolik terlebih kepada pemuka Agama Katolik. Kelima, mendesak agar persoalan sengketa tanah Gereja Katolik diselesaikan dengan seadil-adilnya.

“Kami hadir disini untuk memperjuangkan tanah milik Umat. Kami tidak ingin ada penyerobotan tanah yang merugikan Umat Katolik. Kami mendesak Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum segera melakukan tindakan tegas,” imbuhnya.

Situasi tetap aman dan kondusif saat semua perwakilan Massa Aksi menyampaikan orasinya. Terlihat Aparat Gabungan Keamanan menjaga lokasi dengan ketat, mengendalikan keadaan dan mencegah aksi anarkis.

Dari pantauan dilokasi, Massa Aksi membawa spanduk dan tulisan “Selamatkan Tanah Gereja Katolik” dan Umat Bersatu Tolak Mafia Tanah Gereja Katolik !! sembari meneriakkan yel-yel menuntut keadilan dan transparansi penegakkan hukum sengketa lahan.

Massa Aksi Unjuk Rasa Umat Katolik Sebuku Tulin Onsoi berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah konkret untuk menyelidiki dugaan praktik mafia tanah dan memastikan keadilan bagi Umat Katolik yang telah lama diabaikan.

Pos terkait