TERASKALTARA.ID, MALINAU– Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Malinau memastikan pembinaan terhadap para qari dan qariah tidak akan berhenti meski Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 telah usai. Keberhasilan mengukir sejarah sebagai runner-up menjadi momentum bagi LPTQ untuk memperkuat pembinaan sepanjang tahun demi mewujudkan target meraih gelar juara umum pada MTQ berikutnya.
Ketua LPTQ Malinau, Drs. H. Kamran Daik, menyampaikan rasa syukur atas capaian Kabupaten Malinau yang berhasil menempati posisi kedua pada MTQ ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh kafilah, pelatih, official, serta dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Malinau.
Pada MTQ ke-X Kaltara 2026, Kabupaten Bulungan keluar sebagai juara umum pertama dengan total nilai 611 poin. Kabupaten Malinau berada di posisi kedua dengan 452 poin, disusul Kota Tarakan di peringkat ketiga dengan 437 poin, Kabupaten Nunukan di posisi keempat dengan 425 poin, dan Kabupaten Tana Tidung di urutan kelima dengan 367 poin.
Kamran menilai, posisi runner-up merupakan lompatan prestasi yang sangat membanggakan. Ia mengungkapkan, sebelum dirinya menjabat sebagai Ketua LPTQ, Kabupaten Malinau kerap berada di papan bawah klasemen MTQ tingkat provinsi.
Perbaikan mulai terlihat saat Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) di Kabupaten Nunukan, di mana Malinau berhasil naik ke peringkat empat. Kini, prestasi tersebut kembali meningkat dengan keberhasilan meraih posisi runner-up pada MTQ tingkat provinsi.
“Ini adalah hasil evaluasi dan pembinaan yang terus kami lakukan. Kami banyak berkomunikasi dengan para pelatih dan official, bahkan mendatangkan pelatih tingkat nasional untuk meningkatkan kemampuan para peserta,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (2/7).
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan Bupati Malinau, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Malinau yang selama ini memberikan perhatian terhadap pembinaan para kafilah.
Menurut Kamran, Bupati Malinau selalu mengingatkan bahwa tujuan utama penyelenggaraan MTQ bukan semata-mata mengejar gelar juara, melainkan memperkuat syiar Islam melalui pelaksanaan yang sesuai dengan ketentuan dan petunjuk teknis dari Kementerian Agama.
Meski demikian, target yang disampaikan Bupati agar Malinau mampu menjadi juara umum pada MTQ mendatang menjadi motivasi tersendiri bagi LPTQ untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan.
Kamran juga mengakui bahwa Kabupaten Bulungan masih menjadi pesaing terkuat. Menurutnya, keberhasilan Bulungan mempertahankan gelar juara umum selama bertahun-tahun tidak terlepas dari sistem pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan, termasuk mengirimkan peserta mengikuti pelatihan intensif hingga berbulan-bulan di luar daerah.
“Kalau kita ingin bersaing, pembinaan juga harus dilakukan secara berkesinambungan. Tidak bisa hanya menjelang MTQ saja,” katanya.
Karena itu, LPTQ Malinau berkomitmen melanjutkan pembinaan para qari dan qariah sepanjang tahun. Program latihan rutin akan terus dilakukan, baik dengan menghadirkan pelatih secara langsung maupun melalui pembinaan secara daring, sehingga kemampuan para peserta terus berkembang.
“Nanti akan kami komunikasikan dengan Bapak Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda agar ada dukungan pembinaan berkelanjutan bagi peserta berprestasi. Dengan begitu, persiapan menuju MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2027 bisa dilakukan lebih matang sejak sekarang,” pungkasnya. (*st)






