TERASKALTARA.ID, MALINAU – Keberhasilan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Malinau menarik perhatian Malaysia. Institut Kajian Pembangunan Sabah (IDS) menjadikan Malinau sebagai salah satu daerah rujukan untuk mempelajari praktik pembangunan dalam rangka penyusunan Rencana Strategis Pembangunan Daerah Kalabakan periode 2026–2035.
Kunjungan kerja rombongan IDS Sabah diterima langsung oleh Wakil Bupati Malinau Jakaria, di Pondok Ulin, Rabu (29/7). Pertemuan tersebut menjadi wadah pertukaran pengalaman mengenai berbagai kebijakan pembangunan yang telah diterapkan di Kabupaten Malinau.
Ketua Rombongan IDS Sabah, Mansalasa bin Musa, mengatakan kunjungan ke Malinau merupakan bagian dari studi lapangan yang dilakukan pihaknya setelah sebelumnya mengunjungi Kabupaten Nunukan. Menurutnya, Malinau dipilih karena memiliki karakteristik wilayah yang hampir sama dengan Kalabakan, yaitu sama-sama berada di kawasan pedalaman.
“Kami datang untuk melihat dan mempelajari best practice yang dilakukan Kabupaten Malinau. Hasil kunjungan ini akan menjadi bahan dalam kajian penyusunan Rencana Strategis Pembangunan Daerah Kalabakan untuk periode 2026 hingga 2035,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, berbagai pengalaman pembangunan di Malinau akan menjadi referensi bagi IDS Sabah dalam menyusun rekomendasi kepada Pemerintah Sabah terkait arah pembangunan Kalabakan pada dekade mendatang.
Menurut Mansalasa, ada sejumlah aspek yang menjadi fokus pembelajaran selama kunjungan tersebut, mulai dari pengelolaan lingkungan, sistem administrasi pemerintahan, pengembangan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi daerah, hingga strategi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bagaimana Malinau membangun daerahnya sehingga berkembang seperti sekarang, itulah yang ingin kami pelajari dan jadikan panduan dalam laporan kajian kami kepada Pemerintah Sabah,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Malinau Jakaria menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan dan berbagi pengalaman pembangunan, khususnya bagi wilayah-wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik serupa.
Ia berharap berbagai pengalaman yang dimiliki Kabupaten Malinau dapat memberikan manfaat bagi penyusunan rencana pembangunan Kalabakan, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Malinau dan Sabah di masa mendatang.
Kunjungan Institut Kajian Pembangunan Sabah ini diharapkan menjadi awal terjalinnya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara kedua daerah, terutama dalam mendorong pembangunan kawasan perbatasan yang berkelanjutan serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*st)







