Persiapan MTQ Ke-10 Kaltara Dikebut, Malinau Siap Sambut 430 Lebih Peserta dan Official

mtq-ke-10-kaltara.jpg.
Wabup Jakaria saat memberikan arahan terkait pematangan MTQ Ke-X Prov Kaltara.

TERASKALTARA.ID, MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara tahun 2026. Berbagai aspek teknis dan nonteknis mulai dibahas secara intensif guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar saat Malinau menjadi tuan rumah ajang keagamaan terbesar tingkat provinsi tersebut.

Kesiapan pelaksanaan MTQ dibahas dalam rapat panitia yang dipimpin Wakil Bupati Malinau, Jakaria, di Ruang Laga Feratu, Kamis (18/6). Rapat diikuti seluruh koordinator bidang dan panitia pelaksana yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Berdasarkan data sementara, MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara akan diikuti sedikitnya 430 peserta dan official dari lima kabupaten/kota. Kafilah Kabupaten Bulungan diperkirakan berjumlah 102 orang, Kabupaten Nunukan 87 orang, Kota Tarakan 73 orang, Kabupaten Malinau 102 orang, serta Kabupaten Tana Tidung sebanyak 66 orang.

Wakil Bupati Jakaria menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi tahun ini. Menurutnya, pelaksanaan MTQ memiliki skala yang lebih besar dibandingkan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) karena melibatkan lebih banyak cabang perlombaan dan peserta dari seluruh daerah di Kalimantan Utara.

“Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar bagi Kabupaten Malinau. Karena itu seluruh panitia harus bekerja maksimal sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya koordinasi antarbidang agar seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan dengan baik. Setiap koordinator diminta memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai jadwal sehingga tidak terjadi kendala saat pelaksanaan.

Menurut Jakaria, target yang ingin dicapai bukan hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga menjadikan Malinau sebagai tuan rumah terbaik yang mampu memberikan kesan positif bagi seluruh peserta dan tamu yang hadir.

“Kita ingin menjadi tuan rumah terbaik dan mampu menyelenggarakan MTQ yang berkesan bagi seluruh peserta dan tamu. Saya berharap setiap koordinator dapat menjalankan perannya dengan maksimal,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah aspek teknis turut menjadi perhatian, mulai dari kesiapan venue perlombaan, dukungan jaringan listrik, fasilitas pendukung, akomodasi peserta, hingga kenyamanan tamu undangan selama berada di Malinau.

Panitia juga diminta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan.

Selain menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara juga diharapkan menjadi sarana promosi daerah. Pemerintah Kabupaten Malinau berencana memperkenalkan berbagai potensi wisata, kuliner, serta produk unggulan masyarakat kepada para kafilah dan tamu yang datang dari berbagai daerah.

“Kita ingin seluruh peserta yang datang ke Malinau mendapatkan kesan yang baik. Selain mengikuti MTQ, mereka juga dapat mengenal potensi daerah kita, baik wisata, kuliner maupun produk unggulan masyarakat,” kata Jakaria.

Menjelang pelaksanaan MTQ, seluruh panitia diminta terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan persiapan agar kegiatan dapat berlangsung sukses, tertib, dan membanggakan. Pemerintah Kabupaten Malinau juga menargetkan tidak hanya berhasil sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu meraih prestasi terbaik pada ajang MTQ ke-X Provinsi Kalimantan Utara tahun 2026. (*st)

Pos terkait